RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Rabies merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan bisa mempengaruhi sistem otak dan saraf. Penyakit ini umumnya menular lewat air liur dari gigitan atau cakaran hewan. Sangat beresiko tinggi apabila rabies ditularkan dari hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksinasi. Jika sudah terkena dan tidak segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat, rabies dapat menyebabkan kematian.
Penyakir Rabies atau dikenal dengan penyakit “Anjing gila” ini masih menjadi masalah yang dapat mengancam masyarakat. Untuk pencegahan penularan tersebut dapat diberi sebuah vaksinasi pada hewan peliharaan. Hewan peliharaan yang dapat mengancam bahaya rabies yakni anjing, kucing, kelelawar, dan rubah. Umumnya, hewan liar seperti monyet juga perlu diwaspadai akan bahaya penyebab rabies.
Munculnya gejala rabies lebih cepat jika lokasi gigitan atau cakaran hewan dekat dengan otak, misalnya di area dada, leher, dan di kepala. Setelah itu, akan ada beberapa keluhan pada si penderita, seperti lesu, flu, demam dan keluhan lanjutan seperti kram otot, sulit bernafas, hingga kejang-kejang. Bahkan, ada beberapa kasus bahwa penyakit ini dapat menyebabkan Hydrophobia.
Dilansir dari halodoc, Hydrophopia merupakan tahap lanjut dari efek gejala rabies. Gejala ini adalah level tingkat stadium akhir atau 99,9% penderita di ambang kematian. Hydrophobia adalah takutnya bagi penderita menerima air, karena virus telah menyebar ke sistem saraf pusat dan menyebabkan tenggorokan seperti nyeri dan kejang. Hal ini akan memicu kurangnya cairan pada tubuh atau dehidrasi. Sehingga hal ini dapat mempercepat penyebaran virus hingga menyebabkan kematian.
Cara mengantisipasi akan bahaya penyakit rabies adalah:
- Melakukan vaksinasi sebelum gejalanya tidak memburuk.
- Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mulai mengalami gejala-gejala yang tidak wajar setelah digigit hewan
- Lakukan perawatan intensif sesuai dengan petunjuk dokter
- Rajin-rajinlah melakukan pemeriksaan terhadap hewan peliharaan yang mungkin rentan terhadap penyakit menular
- Hindari hewan yang memiliki gejala rabies atau anjing gila jika sudah mengetahui tanda-tandanya.
Ciri-ciri hewan yang memiliki penyakit Anjing gila tersebut dapat dilihat dari perilakunya yang Nampak agresif dari biasanya hingga tingkat parahnya, yaitu munculnya air liur yang berlebih dari mulut. Selain itu, rabies dapat menyebar melalui cakaran hewan. Meskipun dalam kasusnya sangat jarang, namun tetap perlu diwaspadai.
Nah, itulah penjelasan mengenai Rabies pada hewan. Hewan liar mamupun hewan peliharaan tetap perlu diwaspadai, apalagi jika megenai tubuh kita. Makanya, perlu sekali untuk melakukan pemeriksaan ke dokter hewan secara rutin, minimal satu bulan sekali. Dengan memperhatikan kesehatan mereka, kita juga turut dapat melindungi orang-orang tersayang disekitar kita.
Editor : Nurul Hidayah