Yakni, dengan menggelar seminar dan workshop medis dengan narasumber kelas internasional, yang dijadikan sebagai sarana upgrade skill nakes.
Agenda peningkatan penambahan keilmuan medis pada milad ke-29 rumah sakit ini sudah di gelar sebanyak dua kali. Yakni, seminar keperawatan yang mengusung tema “Penerapan SAK di Era E-RM, Terkait Tanggung Jawab dan Perlindungan Hukum dalam Pelaksanaan UU Kesehatan” pada Sabtu (16/9/2023). Kemudian, pada Seminar dan Workshop Gastroenterologi Rumah Sakit Umum Islam ini, Prof Dr M. Miftahussurur membawakan materi “Recent Update on Helicobacter Pylori Infection Management”, pada Sabtu (23/9/2023) pagi, di aula RSUIT Orpeha.
Direktur RSUIT ORPEHA Tulungagung, dr H Laitupa Abdulmutalib SpPD FINASIM mengatakan, semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan prima yang diberikan rumah sakit ini merupakan buah dari profesionalisme kinerja para nakes. Baik nakes dari internal RSUIT ORPEHA Tulungagung maupun nakes dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1. “Ini adalah salah satu wujud meningkatkan kerja sama dengan faskes-faskes yang ada selama ini. Tanpa peran mereka, bisa jadi rumah sakit ini sudah bubar. Apalagi dengan sistem rujukan saat ini, semua harus lewat faskes 1,” terang dr Laitupa.
Dia menjelaskan, seminar dan workshop ini merupakan reward dari RSUIT ORPEHA Tulungagung yang berperan sebagai rumah sakit rujukan dari faskes 1. Dengan begitu, RSUIT Orpeha bisa menjalankan tugas fungsi atau tupoksi rumah sakit rujukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Dokter spesialis senior di Tulungagung ini juga mengaku, agenda seperti ini akan diadakan secara berkala dengan mendatangkan pemateri-pemateri tingkat nasional maupun internasional seperti saat ini. “Kami insya Allah berkomitmen untuk melakukan kegiatan transfer dan meningkatkan keterampilan nakes secara berkala,” tutur dr Laitupa.
Sementara untuk seminar medis para dokter digelar pada Sabtu (23/92023) pagi lalu. Pada seminar dan workshop ini mendatangkan narasumber yang notabene kelas internasional. Yakni, Prof Dr M. Miftahussurur MKes SpPD-KGEH PhD FINASIM dari Divisi Gastroentero-hepatologi, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran-Institut Penyakit Tropis, Universitas Airlangga. Pemateri kedua adalah dr Nuraida Wisudani SpPD-KGEH dengan materi “Mengenal GERD Lebih Dekat”.
Pada seminar kedua yang diikuti sekitar 150 dokter dari rekanan faskes 1 ini, mengusung tema “Tata Laksana Terkini Infeksi Helicobacter Pylori dan Gastro Esophageal Reflux Disease”, dengan moderator dr Safarina Kharima Laitupa SpPD.
“Ya secara kebetulan saja, rumah sakit kabupaten bisa mengundang pembicara tingkat internasional. Ya rodok piye gitu, biasanya yang lain jika mau mengundang suruh kirim surat dan jawabannya 1-2 bulan. Kalo saya tinggal bilang ‘nak, papa mau bikin acara tanggal segini ya’, jawabnya ‘iya’,” cerita dr Laitupa yang tak lain adalah mertua dari Prof Dr M. Miftahussurur MKes SpPD-KGEH PhD FINASIM.
Dokter yang menyandang dokter spesialis sejak 1986 ini mengatakan, seminar dan workshop ini selain meningkatkan keterampilan dan keilmuan para dokter dan perawat, juga membantu memperlancar proses perizinan praktik. Pasalnya, pada acara ini, peserta mendapatkan sertifikat yang bisa dipakai untuk tambahan lampiran saat mengurus izin praktik.
“Apresiasi kami kepada para nakes faskes bukan hanya keilmuannya saja yang bertambah, melainkan mereka juga mendapatkan sertifikat,” terang dr Laitupa.
Sementara itu, salah satu peserta seminar dan workshop medis, dr Bella Saphira Evani dari Puskesmas Rejotangan, Tulungagung, berterima kasih atas digelarnya kegiatan ini. Dia mengaku materi yang disajikan sangat bermanfaat saat praktik memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“RSUIT ORPEHA keren sekali, terima kasih untuk acara ulang tahun yang sangat bermaanfaat bagi kami para dokter. Kami dapat belajar ilmu ter-update tapi tetap asyik. Saya sangat menikmati acaranya. Sekali lagi, well done RSUIT. Terima kasih untuk semua panitia atas kerja kerasnya,” ucapnya saat ditemui di sela-sela seminar pada Sabtu lalu. (zaq/c1/rka)
Editor : M. Choirurrozaq