Pada Sabtu (14/10), secara resmi dilakukan peluncuran deteksi dini kanker serviks menggunakan sample urin dan PCR di Tulungagung. Acara ini berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Inovasi penting ini merupakan hasil kolaborasi antara RSUD dr. Iskak Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, PT Bio Farma (Persero), dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Tulungagung. Peluncuran ini juga sekaligus menyertai Pelantikan Pengurus Cabang ISNU Tulungagung periode tahun 2023-2028.
Mochamad Rifa’i, Ketua PC ISNU Tulungagung, menjelaskan betapa pentingnya mendeteksi kanker serviks secara dini dan memberikan vaksinasi sebagai langkah pencegahan. Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang memiliki dampak besar pada kaum wanita. ISNU berupaya keras untuk membantu menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Tulungagung dan sekitarnya.
Hasil literasi menunjukkan bahwa telah ada metode pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker serviks, yaitu dengan menggunakan sample urin dan berbasis PCR yang dikembangkan oleh Bio Farma. Metode ini dianggap lebih mudah dibandingkan dengan metode Pap Smear yang selama ini umum digunakan.
“Ini adalah metode yang lebih canggih daripada Pap Smear. Cukup dengan sample urin, wanita dapat menjalani pemeriksaan dan deteksi,” ujar Rifa’i.
Rifai melanjutkan dengan mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk melakukan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode baru ini di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan, dan biaya pemeriksaan ini sangat terjangkau di Tulungagung, hanya Rp 275 ribu, jauh lebih murah dibandingkan dengan pemeriksaan serupa di daerah lain yang bisa mencapai Rp 800 ribu.
Masyarakat dapat mengunjungi Poli Kandungan atau Poli Anak di RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk melakukan pemeriksaan dengan hanya menyerahkan sample urin.
“Sesuai target WHO dan Kemenkes RI, harapan kami adalah dapat menurunkan angka kanker serviks di Indonesia, khususnya di Jawa Timur dan Tulungagung,” jelas Dimas.
Teknologi baru ini memiliki tingkat akurasi di atas 90 persen. Saat ini, sudah ada sekitar 80 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang menggunakan metode ini, dengan jumlah wanita yang merasakan manfaatnya mencapai 5.000 hingga 10.000.
“Teknologi ini baru kami luncurkan pada bulan Januari 2023 lalu dan sudah diterapkan di kota-kota besar di 34 provinsi, dalam tahap perluasan,” tambahnya.
“Terima kasih juga kepada PC ISNU Tulungagung yang ikut berpartisipasi dalam inovasi ini,” tambah Heru. (nul/zaq)
Editor : M. Choirurrozaq