Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MMRS mengatakan penggunaan pakaian adat untuk merayakan hari jadi RSUD dr. Iskak. Sudah menjadi kebiasaan setiap tahun.
“Hari ini kita kembali memperingati hari jadi RSUD dr. Iskak ke-106. Kita semua memakai pakaian adat sebagai bentuk kecintaan pada Bhineka Tunggal Ika,” kata dr Kasil.
Apel bersama yang dilakukan pada pukul 08.00 – 10.00 WIB ini diikuti ratusan karyawan RSUD dr Iskak. Baik karyawan kantor maupun tenaga kesehatan yang tidak ada jadwal pelayanan.
Pada peringatan tahun ini, RSUD dr. Iskak memilih tema ‘Beradab, Bermartabat dan Hebat’. Itu adalah komitmen seluruh karyawan RSUD dr. Iskak untuk memberikan pelayanan yang terbaik, dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Selain mengikuti apel bersama, keceriaan di hari bahagia ini dilengkapi aksi menyanyi dan berjoget bersama. Semua orang larut dalam kegembiraan, termasuk dr. Kasil yang antusias menyumbang lagu.
Pada kesempatan itu, dr. Kasil juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang telah dicanangkan dr. Supriyanto Sp.B., FINACS, M.Kes. “Ini momennya pas dengan pergantian kepemimpinan. Apa yang telah dicapai Pak Supriyanto dan direktur sebelumnya harus tetep dilanjutkan,” katanya.
Tahun 2024 mendatang rumah sakit milik pemerintah daerah ini akan melakukan pembangun gedung empat lantai. Nantinya gedung itu akan digunakan untuk rawat jalan dan onkologi center.
Selain itu masih ada 9 program prioritas unggulan dan sudah diterbitkan Surat Keputusan oleh Kementerian Kesehatan.
Wadir Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr. Hj. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes. menjelaskan, salah satu dari 9 program itu adalah tranformasi digital. Mulai dari transformasi digital pelayanan rawat jalan, yakni e-resep, e-RM, e-SEP, hingga pendaftaran rawat jalan online.
“Itu sudah berjalan sejak Agustus kemarin, dan untuk E-RM rawat inap akan dimulai minggu depan. Itu dari sisi digitalisasi pelayanan,” terangnya.
Dari sisi back-office, digitalisasi sudah diterapkan beberapa tahun lalu. Mulai program eprog, enplaning, simanset, dan simonic. Berbagai program inilah yang menjadikan RSUD dr. Iskak menjadi institusi yang mandiri, dengan sistem manajemen yang berjalan end to end.
“Dengan sistem ini, tidak terpengaruhi oleh orang per orang, karena semuanya dikendalikan secara digital yang bisa dipertanggungjawabkan,” terang dr. Aini.
Untuk tahap berikutnya, integrasi antara back office dengan transformasi digitalisasi pelayanan akan dilakukan. Salah satunya menghubungkan e-RM dengan e-prog. Sehingga hasil akhirnya RSUD dr. Iskak akan terintegrasi dengan instansi lainnya. Seperti BPJS, penyedia obat, dan lain sebagainya.
“Dalam sistem ini tidak ada pertemuan orang per orang, tidak ada pertemuan antara distributor dengan ini. Karena semua sudah tersistem,” jelasnya.
Meski menggunakan sistim digital, ia menegaskan jika penggunaan SDM tak bisa dihilangkan. Sebab pemaknaan transformasi digital lebih pada meminimalisir penggunaan sumber daya manusia.
“Semua aspek yang kita kembangkan itu tetep dibawah kendalinya manusia. Dan itu hanya mempermudah saja, tidak menggantikannya,” pungkas dr Aini. (zaq)
Editor : M. Choirurrozaq