Operasi katarak gratis ini mendapat animo luar biasa dari masyarakat Tulungagung. Tercatat 400 pasien yang mendaftarkan diri. Namun setelah dilakukan skrining medis, hanya 150 pasien saja yang bisa dioperasi.
Plt. Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Kasil Rokhmad, MMRS melalui Wadir Pelayanan dr. Hj. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes mengatakan, skrining medis dilakukan dalam dua tahap. Pertama melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dan tahap dua oleh poli mata RSUD dr Iskak Tulungagung.
“RSUD dr. Iskak memiliki tiga dokter mata, yang Insyaallah pelaksanaan operasi katarak ini selesai akhir bulan November,” terang dr. Aini.
Bakti sosial ini mendapat apresiasi Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang datang ke Tulungagung untuk melihat pelaksanaan operasi di RSUD dr. Iskak. Kedatangan Mensos disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Sukaji beserta jajaran manajemen RSUD dr. Iskak dan Kadinsos Tulungagung Wahiyd Masrur.
Tiba di rumah sakit, Mensos menuju ruang operasi untuk melihat langsung pelaksanaan bakti sosial operasi katarak. Setelah 10 menit melakukan peninjauan di ruang operasi, Mensos memberikan piagam penghargaan kepada dokter, tenaga kesehatan dan medis.
“Kami mendapatkan data dari Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia-red) bahwa angka kebutaan di Jatim tinggi. Setelah saya sisir rata-rata berada di daerah pesisir, yang bekerja sebagai nelayan, kemudian terkena radiasi matahari, itu yang membuat tinggi,” ungkap Risma.
Ia menjelaskan program operasi katarak gratis ini digelar sejak tahun 2022. Hingga saat ini sudah terdapat ribuan pasien yang tertolong dari kebutaan permanen di seluruh indonesia.
“Operasi katarak ini sudah diakomodir oleh BPJS, tapi biasanya orang mendengar kata operasi (jadi) takut (biaya) operasinya mahal. Maka kami mengadakan operasi ini supaya mereka tidak terbebani,” tutur Risma.
Risma juga berpesan kepada masyarakat yang jauh dari lokasi pelayanan kesehatan operasi mata gratis, untuk menghubungi Dinas Sosial setempat. Mereka akan mendapatkan penanganan secara medis.
“Mungkin ini kalau di Jawa tidak ya, tapi kalau di luar Jawa yang namanya jauh ya betul-betul jauh. Jadi masyarakat tidak perlu takut. Sebab jika ada keterlambatan efeknya luar biasa, yakni kebutaan,” kata Risma.
Risma juga berterimakasih kepada para dokter dan tenaga kesehatan yang secara suka rela membantu program ini.
“Sejak saya menjadi menteri, sudah ada 6 ribu lebih yang tertolong, terimakasih para dokter mata. Mereka luar biasa, tidak kami bayar, namun mau melakukan ini,” katanya.
Risma juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur YPP, SCTV, dan Indosiar yang menyelenggarakan kegiatan ini. Sebab Kemensos tidak memiliki anggaran untuk itu.
“Terima kasih juga kepada Kabupaten Tulungagung, Rumah Sakit dr. Iskak Tulungagung dan PERDAMI, sehingga kegiatan ini bisa jalan,” pungkas Risma.(zaq)
Editor : M. Choirurrozaq