Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mensos Tri Rismaharini Jenguk Pasien Operasi Katarak di RSUD dr. Iskak Tulungagung, 150 Orang Terbebas dari Kebutaan

M. Choirurrozaq • Kamis, 23 November 2023 | 04:43 WIB

KUATKAN HATI: Menteri Sosial RI Tri Rismaharini didampingi Wadir pelayanan RSUD dr Iskak dr. Hj. Zuhrotul Aini, SpA, MKes berdialog dengan keluarga pasien operasi katarak. (Foto:Choirur rozaq)
KUATKAN HATI: Menteri Sosial RI Tri Rismaharini didampingi Wadir pelayanan RSUD dr Iskak dr. Hj. Zuhrotul Aini, SpA, MKes berdialog dengan keluarga pasien operasi katarak. (Foto:Choirur rozaq)
RADARTILUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – RSUD dr. Iskak Tulungagung bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI menggelar bakti sosial operasi katarak gratis, Rabu (22/11). Kegiatan ini dihadiri langsung Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini.

Operasi katarak gratis ini mendapat animo luar biasa dari masyarakat Tulungagung. Tercatat 400 pasien yang mendaftarkan diri. Namun setelah dilakukan skrining medis, hanya 150 pasien saja yang bisa dioperasi.

Plt. Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Kasil Rokhmad, MMRS melalui Wadir Pelayanan dr. Hj. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes mengatakan, skrining medis dilakukan dalam dua tahap. Pertama melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dan tahap dua oleh poli mata RSUD dr Iskak Tulungagung.

“RSUD dr. Iskak memiliki tiga dokter mata, yang Insyaallah pelaksanaan operasi katarak ini selesai akhir bulan November,” terang dr. Aini.

Bakti sosial ini mendapat apresiasi Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang datang ke Tulungagung untuk melihat pelaksanaan operasi di RSUD dr. Iskak. Kedatangan Mensos disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Sukaji beserta jajaran manajemen RSUD dr. Iskak dan Kadinsos Tulungagung Wahiyd Masrur.

Tiba di rumah sakit, Mensos menuju ruang operasi untuk melihat langsung pelaksanaan bakti sosial operasi katarak. Setelah 10 menit melakukan peninjauan di ruang operasi, Mensos memberikan piagam penghargaan kepada dokter, tenaga kesehatan dan medis.

SEMANGATI: Menteri Sosial RI Tri Rismaharini didampingi Wadir pelayanan RSUD dr Iskak dr. Hj. Zuhrotul Aini, SpA, MKes saat membesuk pasien operasi katarak, di ruang operasi.
SEMANGATI: Menteri Sosial RI Tri Rismaharini didampingi Wadir pelayanan RSUD dr Iskak dr. Hj. Zuhrotul Aini, SpA, MKes saat membesuk pasien operasi katarak, di ruang operasi.
Risma mengatakan, hasil temuan Kemensos, terdapat penambahan disabilitas tuna netra akibat keterlambatan melalukan operasi katarak. Kegiatan ini sangat membantu penanganan disabilitas tuna netra.

“Kami mendapatkan data dari Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia-red) bahwa angka kebutaan di Jatim tinggi. Setelah saya sisir rata-rata berada di daerah pesisir, yang bekerja sebagai nelayan, kemudian terkena radiasi matahari, itu yang membuat tinggi,” ungkap Risma.

Ia menjelaskan program operasi katarak gratis ini digelar sejak tahun 2022. Hingga saat ini sudah terdapat ribuan pasien yang tertolong dari kebutaan permanen di seluruh indonesia.

“Operasi katarak ini sudah diakomodir oleh BPJS, tapi biasanya orang mendengar kata operasi (jadi) takut (biaya) operasinya mahal. Maka kami mengadakan operasi ini supaya mereka tidak terbebani,” tutur Risma.

Risma juga berpesan kepada masyarakat yang jauh dari lokasi pelayanan kesehatan operasi mata gratis, untuk menghubungi Dinas Sosial setempat. Mereka akan mendapatkan penanganan secara medis.

“Mungkin ini kalau di Jawa tidak ya, tapi kalau di luar Jawa yang namanya jauh ya betul-betul jauh. Jadi masyarakat tidak perlu takut. Sebab jika ada keterlambatan efeknya luar biasa, yakni kebutaan,” kata Risma.

Risma juga berterimakasih kepada para dokter dan tenaga kesehatan yang secara suka rela membantu program ini.

“Sejak saya menjadi menteri, sudah ada 6 ribu lebih yang tertolong, terimakasih para dokter mata. Mereka luar biasa, tidak kami bayar, namun mau melakukan ini,” katanya.

Risma juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur YPP, SCTV, dan Indosiar yang menyelenggarakan kegiatan ini. Sebab Kemensos tidak memiliki anggaran untuk itu.

“Terima kasih juga kepada Kabupaten Tulungagung, Rumah Sakit dr. Iskak Tulungagung dan PERDAMI, sehingga kegiatan ini bisa jalan,” pungkas Risma.(zaq)

 

Editor : M. Choirurrozaq
#risma #kementrian sosial #Perdami #operasi katarak #kabupaten #mensos #rsud dr iskak