Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Inovasi Si Laksmi Masuk TOP 30 Kovablik Jatim 2023,Bantu Tekan AKI dan AKB di Kabupaten Blitar

Agus Muhaimin • Senin, 27 November 2023 | 18:27 WIB
BERGENGSI: Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr Endah Woro Utami menerima piagam penghargaan TOP 30 Kovablik Provinsi Jawa Timur yang diserahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.
BERGENGSI: Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr Endah Woro Utami menerima piagam penghargaan TOP 30 Kovablik Provinsi Jawa Timur yang diserahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

 

BLITAR – Inovasi sistem pelayanan ibu hamil, bersalin, dan nifas (Si Laksmi)rumah sakit umum daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi meraih penghargaan TOP 30 kompetisi inovasi pelayanan publik (Kovablik) Provinsi Jawa Timur. Itu karena inovasi ini dinilai efektif dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Penghargaan yang ditandatangani Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini diserahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dalam rangkaian pameran Simposium Inovasi Pelayanan Publik 2023 di Surabaya, Kamis (23/11). Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr Endah Woro Utami menerima langsung penghargaan tersebut bersama tim rumah sakit pelat merah itu.

Bupati Rini Syarifah menyampaikan selamat dan terima kasih kepada civitas hospitalia RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Menurut bupati, Si Laksmi merupakan salah satu inovasi pelayanan kesehatan andalan di Kabupaten Blitar. “Ini inovasi yang luar biasa karena mempermudah akses pelayana kegawatdaruratan dan gratis,” katanya.

Menuutnya, langkah cepat dalam menangani pasien menjadi tuntutan pelayanan kesehatan. Terlebih untuk pasien tertentu seperti ibu hamil. “Si Laksmi ini juga cukup sukses dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr Endah Woro Utami mengatakan bahwa inovasi ini memangkas waktu tunggu untuk pelayanan kesehatan. Itu dilakukan dengan memanfaatkan beberapa pelayanan secara digital. Misalnya saat proses pendaftaran dan pengambilan obat. “Kami juga bekerja sama dengan dispendukcapil, sehingga akta lahir dan identitas anak lainnya bisa dilangsung dibawa pulang. Dan itu gratis,” katanya.

Dokter Endah Woro mengungkapkan, inovasi ini juga dilengkapi fasilitas pelayanan secara mobile. Ada ambulans lengkap dengan tenaga kesehatan terlatih untuk penanganan kegawatdaruratan. “Dengan fasilitas ini juga memungkinkan kami memberikan pelayanan di daerah terpencil. Untuk yang sulit dijangkau, kami memanfaatkan sepeda trail sebagai ambulans pertama penanganan kegawatdaruratan,” tegas dia.

Secara teknis, sambungnya, inovasi ini membutuhkan dukungan banyak pihak. Kolaborasi pentahelix mulai dari pemerintah daerah /stakeholder, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas, organisasi profesi (IBI), bidan wilayah, faskes lain, relawan. “Kami juga melibatkan bidan desa, bahkan pedagang keliling untuk memberikan infomasi seputar pelayanan kesehatan ini,” imbuhnya.

Perempuan ramah ini menjelaskan, Si laksmi sejatinya bukan inovasi anyar. Setidaknya, dua tahun terakhir, masyarakat di Bumi Penataran khususnya ibu hamil dan untuk kepentingan bersalin sudah mendapatkan layanan ini. Namun, pemerintah provinsi membutuhkan bukti bahwa inovasi ini benar-benar membawa dampak dan manfaat positif untuk masyarakat. “Setelah ada Si Laksmi, angka kematian ibu dan bayi mengalami penurunan,” tandasnya. (*/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#si laksmi #RSUD Ngudi Waluyo #inovasi #gubernur jawa timur