Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, kita sering melupakan pose duduk yang benar. Pose duduk memengaruhi kesehatan fisik, kesejahteraan mental, dan emosional. Oleh karena itu, pose duduk tegak merupakan hal yang sederhana namun penting sekali untuk diterapkan.
Seorang ilmuwan sosial asal Harvard Business School, Amy Cuddy mengatakan, jika kita memosisikan tubuh dengan benar, hal itu terbukti berdampak pada kinerja.
Duduk dalam pose punggung lurus dan agak maju ke depan, bahu ditarik ke belakang, dan kepala tegak ke atas. Pose duduk ini memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai berikut:
Menaikkan kadar testosteron dan menurunkan kadar kortisol.
Pose duduk tegak menaikkan kadar testosteron untuk kesehatan tulang, membantu mencegah osteoporosis, dan menjaga kepadatan tulang. Sementara kadar kortisol sebagai suatu hormon yang berkaitan dengan stres. Duduk tegak dapat menurunkan kadar kortisol karena postur tubuh yang baik dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan.
Melakukan pose duduk ini selama dua menit akan menciptakan perbedaan besar pada perasaan dan kinerja.
Seseorang yang mempunyai beban pekerjaan atau pikiran berat dan melelahkan cenderung akan duduk membungkuk dan kepala menunduk. Energi menjadi kacau dan bad mood.
Lain halnya pose duduk dengan punggung lurus dan agak maju ke depan, bahu ditarik ke belakang, dan kepala tegak ke atas. Pose duduk ini membuat tubuh menjadi rileks dan kembali bersemangat melanjutkan pekerjaan.
Maka dengan memperbaiki posisi tubuh bisa membantu mengembalikan energi dan suasana hati.
Bisa bernapas dengan benar.
Kebanyakan orang duduk dalam gaya menyerah saat terbebani pekerjaan berat. Membungkuk dan kepala menunduk. Disadari atau tidak, posisi seperti itu membuat tidak bisa bernapas dengan benar. Oksigen akan terhalang menuju sistem saraf dan organ.
Hal itu membuat kinerja tidak berjalan dengan baik dan tidak merasa bebas. Jadi, pose punggung lurus dan agak maju ke depan, bahu ditarik ke belakang, dan kepala tegak ke atas merupakan pilihan yang sangat tepat agar tubuh merasa nyaman.***
Editor : Vidya Sajar Fitri