Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kasus DBD Melonjak di Tulungagung, Terdata 6 Pasien Meninggal Dunia

Matlaul Ngainul Aziz • Sabtu, 23 Maret 2024 | 18:32 WIB
Nyamuk DBD. (enesis.com)
Nyamuk DBD. (enesis.com)

TULUNGAGUNG - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Tulungagung kian meningkat. Diketahui lonjakan kasus DBD ini capai 123 kasus dalam periode bulan Februari hingga Maret. Bahkan setidaknya ada 6 kasus kematian akibat DBD ini.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, belakangan ini kasus DBD di Tulungagung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Diketahui dalam periode bulan Februari hingga Maret ini setidaknya ada 123 kasus DBD baru.

“Lonjakan kasus DBD cukup tajam, dari bulan Februari hingga Maret sudah ada 123 kasus DBD baru,” jelasnya Jumat (22/3/2024).

Berdasarkan data, dari ratusan kasus DBD setidaknya ada 6 korban meninggal akibat penyakit yang berasal dari nyamuk ini. Yang mana 5 korban diantaranya merupakan anak-anak dan 1 korban orang dewasa.

Rentang waktunya sendiri, 2 korban meninggal di bulan Januari, 3 korban meninggal di bulan Februari dan 1 korban meninggal di bulan Maret.

“Kalau yang meninggal anak-anak itu ada 5 korban dan dewasa ada 1 korban. Satu korban dewasa itu meninggal di akhir bulan Februari,” ucapnya.

Kendati alami peningkatan kasus, kasus DBD ini belum dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB). Menurutnya syarat untuk KLB, lonjakan kasus meningkat sebanyak tiga kali lipat. Tak hanya itu, penyakit DBD sendiri merupakan penyakit endemik yang terjadi setiap tahun.

“Berbeda kalau sebelumnya tidak ada, lalu menjadi ada. Itu bisa menjadi KLB. Kalau DBD ini kan terjadi setiap tahun,” paparnya.

Mendapati hal ini, pihaknya gencarkan sosialisasi terkait siklus DBD baik bagaimana gejala dari proses penyakit DBD ini.

Diketahui masa kritis dari penyakit DBD ada pada hari ke 5, 6 dan 7. Bahkan salah satu pasien ada yang memaksa untuk pulang dari perawatan medis karena menggap sudah sembuh.

“Karena ketika hari-hari itu merasa sudah tidak panas, akan dianggap sudah sembuh. Jadi masyarakat itu agak terlena,” ungkapnya.

Selain sosialisasi, pihaknya juga telah mendistribusikan larvasida di seluruh puskesmas di Tulungagung.

Apabila ada masyarakat yang menginginkan larvasida dapat mengambil di puskesmas terdekat secara gratis.

Menurutnya sebelum melakukan larvasida, masyarakat dianjurkan untuk melakukan PSN terlebih dahulu. “Boleh gratis, bisa diambil di seluruh puskesmas,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kasus dbd #peristiwa tulungagung