TULUNGAGUNG - Capaian posyandu remaja di Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, belum memenuhi separuh dari target.
Kondisi ini membuat Pemdes Tawangsari menginisiasi sejumlah program untuk mendongkrak tingkat kehadiran khususnya pada posyandu remaja.
Kades Tawangsari, Mokhamad Khakul Yakin mengakui bahwa akan tetap berupaya menginisiasi program yang bersumber dari APBDes 2024, dana desa (DD), maupun alokasi dana desa (ADD), termasuk posyandu remaja.
“Kami terus berusaha untuk menyelesaikan program yang masuk APBDes tahun ini,” katanya.
Di antara tiga sumber anggaran, Yakin -sapaan akrabnya- menambahkan, khususnya ADD didominasi untuk belanja gaji, mulai kepala desa, perangkat, hingga tingkat RT/RW.
Sementara realisasi ADD telah mencapai 100 persen. Kalaupun ada sisa, ujar Yakin, biasanya buat pembelian barang-barang untuk memperlancar roda pemerintahan di tingkat desa.
“Tapi kalau DD, kita gunakan untuk posyandu, dimulai posyandu balita sampai lansia. Bahkan dari sini menyedot dana hingga Rp 100 juta selama setahun untuk honor kader dan makanan tambahan,” tambahnya.
Pria ramah ini melanjutkan, pelaksanaan posyandu ini sebulan sekali. Namun, animo peserta posyandu cukup beragam.
Misal untuk posyandu balita, Yakin menargetkan keikutsertaan mencapai 150 peserta, remaja 50 peserta, dan lansia 140 peserta.
“Untuk posyandu remaja masih perlu digenjot lagi, karena baru 50 persen yang hadir. Apalagi menghadirkan anak usia SD, SMP, dan SMA cukup sulit di Minggu,” paparnya.
Begitupun untuk posyandu lansia, para peserta akan mendapatkan pengecekan kesehatan secara lengkap. Bahkan, mereka tidak perlu membayar seperti halnya saat cek kesehatan di apotek.
“Semua kami gratiskan dengan memanfaatkan DD. Maka, kami bertekad untuk memaksimalkan program ini,” tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra