NASIOANAL - Merokok merupakan hal yang sudah lazim di kalangan anak muda, berbagai golongan juga sudah banyak yang merokok, banyak sekali jenis rokok entah itu rokok elektrik, filter, atau kretek.
Bahkan yang lebih parah, sudah banyak perokok yang berusia di bawah umur, hal ini terjadi karena merokok dianggap keren.
Sehingga banyak yang menganggap merokok merupakan hal yang biasa, banyak yang tidak tau efek samping dari merokok entah itu perokok pasif atau perokok aktif.
Bahaya merokok sebenarnya sudah dijelaskan pada kemasan rokok itu sendiri.
'Merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin'
Sebenarnya tidak hanya itu saja, masih banyak sekali efek samping dari merokok. Dikutip dari kanal youtube milik dokter Tirta yakni Tirta Peng Peng Peng, ia menjelaskan bahwa merokok dapat menyebabkan mandul tapi tidak secara langung.
“Jadi bukan menyebabkan mandul secara langsung tapi memperburuk kualitas sperma dan sel-sel ovarium, jika kamu merokok secara berlebihan,” ungkapnya.
Asap rokok sangat buruk bagi kesehatan, dikutip dari ayosehat.kemenkes.go.id perokok pasif maupun aktif dapat menyebabkan:
- Penyakit paru-paru kronis
- Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut
- Menyebabkan stroke dan serangan jantung
- Tulang mudah patah
- Gangguan pada mata, salah satunya seperti katarak
- Menyebabkan kanker leher rahim dan keguguran pada wanita
- Menyebabkan kerontokan rambut.
Untuk catatan tambahan, perokok pasif merupakan perokok yang tidak membakar rokok secara langsung, akan tetapi perokok yang menghirup udara yang tercampur oleh asap rokok.
Sebenarnya tidak hanya asap rokok yang dapat mempengaruhi kesehatan, selain asap rokok di antaranya adalah asap kendaraan bermotor, asap bakar sampah dan asap bakar sate.
Hal ini juga dijelaskan oleh dokter Tirta “dan itu juga berlaku bukan hanya asap rokok akan tetapi polusi juga,” ucapnya.
Sebisa mungkin ayo hindari dan cegah keluarga kita tercemar dari asap rokok, budayakan hidup sehat. Segera lakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat atau Quit-line Berhenti Merokok milik Kementerian Kesehatan yang dapat diakses melalui nomor telepon 0-800-177-6565 pada hari Senin - Sabtu Pukul 08.00 s.d 16.00 apabila membutuhkan layanan konsultasi untuk berhenti merokok.
Penulis: Nizarul Fauzi Al Hanafi
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra