Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jangan Konsumsi Miras Oplosan, BPOM Big Indonesia Tulungagung: Dampaknya Mengerikan

Matlaul Ngainul Aziz • Minggu, 29 September 2024 | 19:36 WIB

Ilustrasi miras.
Ilustrasi miras.

TULUNGAGUNG - Temuan kasus korban meninggal diduga usai menegak minuman mineral dicampur alkohol medis menjadi perhatian banyak pihak. Diketahui identitas korban yakni Totok Sulistyo, 40, warga Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Fasilitator BPOM Big Indonesia Tulungagung Masduki menyayangkan adanya kasus tersebut. Terlebih, korban tewas akibat mabuk miras oplosan ini sudah berkali-kali terjadi di Tulungagung.

Menurut dia, sebelumnya kasus serupa sempat terjadi di Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru dan Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan, Tulungagung. “Ya tentu kasus seperti ini (tewas lantaran miras oplosan, Red) sangat memprihatinkan,” ujarnya, Jumat (27/9).

Dia mengatakan, pengoplosan minuman yang dicampuri dengan alkohol teknis tentu dapat berbahaya bagi tubuh. Sebab, di dalam alkohol teknis terkandung zat methanol yang sangat berbahaya atau membuat toksisitas pada tubuh.

Memang terdapat beberapa perbedaan antara etanol dan metanol. Namun, kedua zat ini masih tergolong dalam alkohol. “Yang berbeda adalah rumus kimianya, jika etanol adalah C2H5OH, metanol berumuskan CH3OH dan tentu sifat-sifatnya juga ada perbedaan,” ucapnya.

Zat etanol, lanjut Masduki, bisa diperoleh melalui hasil fermentasi buah-buahan, gandum, dan lainnya. Zat ini banyak dikonsumsi sebagai minuman beralkohol seperti beer dan wine. Berbeda dengan zat methanol.

Dibuat dengan mereaksikan hidrogen dengan karbon monoksida atau karbon dioksida. Diketahui pada zaman dulu, zat metanol dibuat dengan destilasi kayu. “Methanol digunakan untuk starting material pembuatan bahan kimia Formaldehid, Asam Asetat, etilen glikol, dan lainnya,” imbuhnya.

Metanol juga banyak digunakan untuk industri sebagai cairan pembersih kaca mobil, pembersih karburator, anti beku, toner mesin, foto copy, dan bahan bakar. Berdasarkan kasuistik, metanol yang terkandung dalam alkohol teknis inilah yang biasa digunakan untuk meracik oplosan. 

Diketahui metanol memiliki beberapa efek buruk bagi tubuh. Di antaranya, memberikan efek bukan hanya mempengaruhi kerja saraf seperti ethanol, tetapi sampai mematikan. Methanol termasuk golongan racun sangat berbahaya. 

Dengan dosis 30 mililiter saja yang dikonsumsi dapat menyebabkan kebutaan permanen karena kerusakan serat saraf mata. Pada dosis 100 mililiter methanol ini dapat menyebabkan kematian.Metanol dalam perjalanannya mengalami metabolisme (penguraian zat) menjadi formaldehyde.

Selanjutnya diurai lagi menjadi asam format (formic acid) oleh enzym alcohol dehydrogenase. Asam format inilah yang mempunyai daya rusak yang kuat pada hati (liver) dan ginjal (kidney). Sebagian besar korban meninggal diakibatkan karena gagal hati dan gagal ginjal.

Ketoksikan metanol ditentukan oleh kecepatan pembentukan asam format dalam tubuh dan kemampuan hati untuk mendetoksifikasinya. Minum metanol, walaupun dalam jumlah sedikit, dapat berbahaya dan menyebabkan gangguan kesehatan serius, meliputi koma, kejang, dan kebutaan, bahkan kematian. Metanol juga toksik/beracun jika dihirup atau terkena mata, karena dapat merusak penglihatan. ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #minuman keras #miras #bpom