Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Anhedonia, Penyakit Mental Penyebab Tidak Bersemangat

Redaksi Radar Tulungagung • Selasa, 1 Oktober 2024 | 23:05 WIB
ilustrasi menyendiri
ilustrasi menyendiri

NASIONAL - Pernah nggak sih kalian merasa malas dengan beberapa hal yang mungkin dulu malah bikin kalian excited buat lakuinnya? atau malah pilih menghindar bahkan menyendiri demi menemukan kenyaman diri. Berikut alasan dari psikologisnya!

Salah satu penyebabnya bisa jadi disebut anhedonia, yaitu hilangnya kemampuan untuk merasakan kesenangan.

Kondisi ini sering muncul pada orang yang mengalami depresi atau kelelahan emosional, dan dapat terkait dengan ketidakseimbangan kimia di otak, khususnya dopamin yang berperan dalam kebahagiaan.

Selain anhedonia, burnout atau kelelahan mental juga bisa jadi faktor utama. Ketika tekanan dari pekerjaan atau studi terus-menerus menghimpit, sulit untuk tetap excited.

Menurut Maslach dan Leiter (2016), burnout dapat membuat kita kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya kita nikmati, akibat stres yang tidak dikelola dengan baik.

Dengan berkurangnya rasa excited, kita mungkin lebih memilih untuk menyendiri. Hal ini dapat berkaitan dengan social withdrawal, di mana interaksi sosial terasa melelahkan.

Kecemasan sosial juga berperan, ketika seseorang yang merasa cemas saat berinteraksi cenderung menghindari situasi sosial, meskipun ini bisa memperburuk perasaan kesepian.

Penelitian dari Coplan dan Bowker (2014) menunjukkan bahwa menyendiri kadang bisa menjadi cara untuk mengisi ulang energi.

Di sisi lain, perasaan tidak excited ini bisa juga muncul akibat kecemasan sosial.

Mereka yang mengalami kecemasan sosial sering merasa cemas saat berinteraksi dengan orang lain, sehingga lebih memilih untuk menghindari situasi tersebut.

Ketakutan akan penilaian orang lain bisa membuat seseorang merasa lebih nyaman ketika sendirian, meskipun pada akhirnya hal ini bisa memperburuk rasa kesepian.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang nyaman dalam keramaian. Beberapa orang memang lebih introvert dan lebih suka menghabiskan waktu sendiri.

Namun, jika perasaan ini terus berlanjut dan mulai mengganggu kesejahteraan emosional, ini bisa menjadi tanda untuk diperhatikan.

Jika kamu merasa kehilangan minat pada banyak hal dan sering menarik diri, sangat penting untuk mencari bantuan.

Masalah seperti depresi, burnout, atau kecemasan sosial memerlukan perhatian profesional.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau ahli kesehatan mental untuk mendapatkan dukungan yang tepat.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#menyendiri #semangat #anhedonia