TULUNGAGUNG – Istilah malaise sering disangkutpautkan dengan pemicu matinya jalur kereta api Tulungagung-Trenggalek.
Yakni kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil pada 1930 dan bermula dari anjloknya harga saham di Amerika Serikat hingga merembet ke seluruh dunia, termasuk Tulungagung.
Akibatnya banyak halte dan stasiun beserta sarana dan prasarana yang tinggal kenangan.
Namun apa sebenarnya malaise itu? Ternyata itu meminjam istilah kesehatan.
Dikutip dari www.verywellhealth.com, malaise adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan tidak nyaman secara umum, kurang sejahtera, atau sakit yang dapat datang dengan cepat atau berkembang perlahan dan menyertai hampir semua kondisi kesehatan.
Hal ini tidak boleh disamakan dengan kelelahan, yang merupakan kelelahan ekstrem dan kurangnya energi atau motivasi.
Meskipun kelelahan umumnya menyertai malaise, malaise adalah gejala tidak spesifik di mana Anda hanya merasa bahwa "ada sesuatu yang tidak beres."
Baca Juga: Ini Biang Kerok Matinya Jalur Kereta Api Tulungagung-Trenggalek, Dampaknya Luar Biasa pada 1930
Kegelisahan sering kali merupakan tanda awal dari kondisi yang tidak terdiagnosis.
Ada banyak teori tentang mengapa malaise terjadi.
Salah satunya adalah bahwa hal itu merupakan respons halus tubuh terhadap protein yang dikenal sebagai sitokin.
Protein ini yang mengatur bagaimana tubuh bereaksi terhadap penyakit.
Meskipun tubuh memproduksi banyak sitokin, fungsinya tetap sama, mengoordinasikan sel untuk memperbaiki jaringan, memelihara jaringan, dan melawan infeksi atau penyakit.
Ketika sitokin diproduksi sebagai respons terhadap penyakit, diyakini bahwa sitokin tersebut memengaruhi struktur bagian dalam otak yang disebut ganglia basal.
Sehingga membuatnya kurang reseptif terhadap hormon "rasa senang" dopamin.
Baca Juga: Krisis Malaise 1930 Ikut Menghancurkan Perekonomian Amerika Serikat, Dampaknya Sangat Mengerikan
Kekurangan dopamin di otak dapat mengakibatkan anhedonia (ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan) dan perlambatan psikomotorik (pikiran dan gerakan yang lamban).
Malaise sering kali menjadi tanda peringatan dini penyakit akut yang bersifat subklinis (dengan sedikit gejala yang nyata). Malaise juga dapat disebabkan oleh peningkatan aktivitas sitokin pada orang dengan penyakit kronis. ***
Editor : Dharaka R. PerdanaSumber : www.verywellhealth.com