Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

5 Sayur yang Biasa Digoreng, Faktanya Bisa Menjadi Racun

Redaksi Radar Tulungagung • Rabu, 16 Oktober 2024 | 14:40 WIB
Sayur Goreng
Sayur Goreng

KULINER - Tahukah anda menggoreng sayur ternyata bisa bikin beracun? Sayuran merupakan salah satu asupan gizi yang dapat menjaga tubuh agar tetap sehat. 

Namun kuliner terus mengalami perkembangan, memungkinkan dunia kuliner semakin inovatif. Tak ayal, ada sejumlah pebisnis kuliner yang menyajikan masakan sayur dengan cara digoreng. Sensasi krispi atau kriuk yang ada di dalamnya juga  membuat orang ketagihan.

Alih-alih mendapat sayuran krispi yang enak menggoreng sayur ternyata merusak nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Ini dikarenakan sayuran yang digoreng akan lebih mudah menyerap minyak lebih banyak dan bisa mendatangkan bahaya bagi kesehatan.

Tak hanya itu saja, menggoreng sayuran juga dapat menyumbat arteri, serta dapat menambah ukuran pinggang bahkan kolestrol jika dikonsumsi secara berlebih.

Kandungan dalam sebuah sayuran yaitu, vitamin dan mineral sangat penting untuk tubuh.

Akan tetapi, ketika diolah dengan cara digoreng efek negatifnya jadi lebih banyak dibandingkan manfaat yang seharusnya didapatkan.

Dikutip oleh Radar Tulungagung dari kanal youtube milik dokter Tirta yakni @Tirta PengPengPeng pada Rabu (9/10/2024) menit 4:15 dengan judul “Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan” yang diposting pada 03 oktober 2023.

Dokter Tirta menjelaskan bahwa sayur yang dimasak dengan cara digoreng, dapat mengurangi angka nutrisi, apalagi dibakar nutrisi tersebut akan hangus.

Sayur yang digoreng terlalu lama apapagi memakai minyak yang digunakan berulang kali, sifatnya akan menjadi seperti gorengan yaitu meningkatkan potensi LDL atau lemak jenuh.

Sebenarnya banyak sekali makanan / sayuran yang dimasak dengan cara digoreng, berikut sedikit contoh dari makanan yang sering digoreng di antaranya:

Kol atau Kubis

Kol jika digoreng akan mengeluarkan zat akrilamida, zat ini sering muncul pada makanan yang dimasak dengan suhu panas tinggi biasanya ditandai dengan warna gelap (hitam), semakin gelap semakin banyak zat ini pada makanan yang dimasak.

Zat ini dapat merusak tubuh dan apabila dikonsumsi terlalu sering akam mencederai saluran pencernaan. Selain itu juga akan menyebabkan penyakit jantung, kangker dan juga obesitas.

Terong

Biasanya terong goreng dijumpai pada makanan pendamping penyetan, terong memiliki tekstur spons karena tekstur tersebut terong menyerap minyak ketika digoreng. Lemak jenuh yang masuk kedalam tubuh akan sulit untuk dibakar dan sulit digunakan untuk keperluan metabolisme energi.

Brokoli

Brokoli goreng biasanya dipadukan dengan tepung, sehingga terlihat nikmat ketika disantap. Brokoli akan mengeluarkan zat aldehid radikal bebas ketika digoreng, aldehid akan mencederai sel tubuh terutama pada usus. Karena usus berkontribusi besar terhadap daya tahan tubuh sehingga tidak baik apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Wortel

Wortel kaya akan beta karoten dan antioksidan. Meski terlihat sehat proses penggorengan pada wortel bisa mengurangi nutrisi dan nilai gizi, serta akan membuat lebih sulit untuk dicerna.

Bayam

Menggoreng bayam bisa menyebabkan penurunan kandungan nutrisi seperti vitamin C dan asam folat.

Beberapa sayuran diatas memang sangat nikmat apabila digoreng, namun dapat berdampak bahaya bagi tubuh, ada baiknya diolah dengan cara direbus atau dimakan mentah setelah dicuci bersih.

Penulis: Nizarul Fauzi Al Hanafi (PKM MAHASISWA IAIN KEDIRI-KPI)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#gorengan #minyak #Sayur Goreng #racun #kanker