Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fakta Mengerikan Dampak Perbuatan Tak Senonoh, Korban Bisa Jadi Pelaku

Mizanatul Muttaqin • Jumat, 13 Desember 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual
Ilustrasi kekerasan seksual

TULUNGAGUNG - Seorang psikolog menyakini bahwa dampak perbuatan tak senonoh bisa menggangu kesehatan mental korban. Tak jarang, banyak kasus ditemukan jika korban akan menjadi pelaku perbuatan amoral selanjutnya. 

“Seorang pelaku seks mereka juga seorang korban juga lo pada masa lalunya” Jelas Psikolog Ifada Nur Rohmania.

Ifada menjelaskan bagaimana bisa pelaku perbuatan tak senonoh pernah menjadi korban. Menurutnya, perubahan mental individu akan mempengaruhi kinerja otak, seluruh organ di dalam tubuh pun akan turut terpengaruh.

Ia mengilustrasikan jika struktur kinerja otak sama halnya alogaritma di sosial media. Alogaritma itu tak lain, otak akan terus menangkap sesuatu yang sering dikerjakan dan segala hal yang sering dipikirkan.

Korban perbuatan tak senonoh, kata Ifada, tentu terkejut saat mengalami situasi tersebut. Otak pun tidak bekerja optimal, hingga korban cenderung bingung merespons perlakuan tidak mengenakkan itu.

Di sisi lain, perlakuan tak senonoh akan berdampak terhadap kondisi mental korban ketika hal itu terjadi lebih dari sekali.   

“Saat saya dipegang teman saya, saya bingung, saya diam dan waktu itu nangis di kelas,” ujar Dil, seorang korban perlakuan tak senonoh.

Dil mengungkapkan bahwa perlakuan itu terus berulang, hingga membuatnya menjadi pelaku perbuatan tak senonoh.

Karena itu, psikolog Ifada menyarankan agar masyarakat tidak menghakimi pelaku dalam kasus perbuatan tak senonoh. Menurutnya, perlu upaya rehabilitasi lebih dulu untuk mengulik latar belakang pelaku bisa bertindak amoral tersebut.   

Rehabilitasi itu juga dapat mencegah terjadinya korban-korban maupun pelaku-pelaku yang baru.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kesehatan mental #kesehatan