Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspada Gejala Stockholm Syndrome, Tetap Bertahan Meski Sering Disakiti

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 2 Januari 2025 | 21:20 WIB

Ilustrasi orang yang terkena gejala stockholm syndrome
Ilustrasi orang yang terkena gejala stockholm syndrome
Kesehatan- Masih menyayangi atau memilih bertahan meskipun telah disakiti oleh seseorang dapat menunjukan gejala stockholm syndrome.

Dalam berinteraksi dengan seseorang tentu saja kita melibatkan aspek emosional, misalnya merasa disakiti oleh pasangan dalam menjalin hubungan namun memilih untuk tetap bertahan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa seseorang diduga mengalami gangguan kesehatan berupa gejala stockholm syndrome.

Stockholm syndrome sendiri adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat mereka merasa simpati pada pelaku kekerasan.

Dugaan gejala stockholm syndrome tersebut dikarenakan korban menunjukkan rasa empati pada pelaku kekerasan meskipun telah sering disakiti.

Dilansir dari buletin.k-pin.org, Stockholm syndrome adalah suatu gejala keadaan psikologis paradoks di mana ikatan yang kuat berkembang antara korban dan pelaku kekerasan.

Ikatan ini meliputi rasa cinta korban terhadap pelaku, perlindungan dari pelaku yang menyakitinya, menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab terjadinya kekerasan, menyangkal atau meminimalisir kekerasan yang terjadi.

Ada beberapa hal yang diduga menyebabkan hal ini terjadi. Adapun penyebab stockholm syndrome, antara lain; Pertama, pelaku memperlakukan korban dengan baik.

Kedua, korban dan pelaku banyak melakukan interaksi atau kontak mata, yang memungkinkan mereka untuk saling memandang.

Ketiga, korban kurang percaya pada penegakan hukum dan perasaan pesimis bahwa kasus mereka akan diselesaikan dengan baik.

Cara yang paling tepat untuk mengatasi gejala stockholm syndrome tersebut adalah dengan menjalani terapi konseling dengan psikiater untuk mengatasi stockholm syndrome.

Selain terapi, keluarga dan teman pasien harus memberikan motivasi dan dukungan yang luas untuk mengatasi stockholm syndrome.***

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Sering Disakiti #Stockholm syndrome #Gejala stockholm syndrome