RADAR TULUNGAGUNG – Selain penyakit mulut dan kuku (PMK), masyarakat Tulungagung juga perlu mewaspadai potensi munculnya penyakit ternak lain.
Sebab, musim penghujan dinilai jadi salah satu penyebab utama masifnya perkembangan virus dan bakteri, tak terkecuali juga berpotensi di Tulungagung.
Baca Juga: Pasar di Tulungagung Ini Bagaikan Aviary Irfan Hakim, Kicau Mania Wajib Mampir
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tulungagung, Tutus Sumaryani menerangkan, ada berbagai ancaman penyakit ternak yang mengintai para peternak selama musim penghujan.
Hal ini tak lepas dari kondisi lingkungan yang mendukung munculnya virus dan bakteri. “Hampir semua (berbahaya, Red). Bakteri-virus kan berpotensi. Antraks, PMK, atau brucellosis,” akunya.
Baca Juga: Raih Juara Nasional Seni Lukis, Berikut Cerita di Balik Perjuangan M Syaiful Huda asal Tulungagung
Ternak unggas seperti halnya ayam, bebek, dan sejenis juga tak lepas dari ancaman berbagai penyakit.
Di antaranya, cacing dan flu burung. Tutus mengungkapkan, dalam beberapa waktu belakangan muncul pemberitaan yang menyatakan bahwa flu burung dimungkinkan menular ke kucing.
Meski baru bersifat hasil penelitian, dia menegaskan bahwa hal itu juga perlu jadi perhatian lebih.
Baca Juga: Tahu Cabe Garam Ala Coffe Shop Sangat Mudah Dibuat Dirumah, Begini Resep dan Langkah Membuatnya
Sebab, bukan tidak mungkin jenis bakteri dan virus yang menyerang ternak juga menular ke manusia.
“Itu di luar negeri. Sampai sebatas ini belum (masuk di Indonesia, Red),” paparnya.
Meski belum ada laporan terkait munculnya berbagai penyakit yang disebutkan di atas, perempuan berjilbab ini mengimbau agar masyarakat, khususnya peternak, untuk lebih berhati-hati.
Sebab, hal ini berkaitan dengan faktor kesehatan, ekonomi, dan sosial. “(Virus, Red) menyerang dulu. Nanti timbul kekebalan. Akhirnya dia melemah, mutasi lagi. Sama di hewan atau manusia,” kata Tutus.
Sementara itu, coverage alias tingkat capaian vaksinasi PMK di Tulungagung hingga akhir tahun lalu menyentuh angka sekitar 85 persen.
Pasalnya, pemkab juga masih menanti adanya program bantuan vaksin lanjutan dari pemerintah pusat. “Sudah sampai booster. Dari populasi sektiar 70 ribu. Coverage-nya sekitar 85 persen,” terangnya.
Untuk diketahui, pemerintah pusat sudah mencabut status PMK sebagai wabah.
Baca Juga: Lowongan Kerja di Tulungagung, Lulusan SMA Bisa Digaji di Atas UMR!
Itu sebabnya, pemerintah pusat juga mulai menggalakkan program vaksinasi mandiri bagi peternak.
Kini, vaksin dijual oleh distributor resmi dan berizin di bawah pengawasan pemerintah pusat.
Para peternak bisa membeli secara langsung dan melakukan vaksinasi secara mandiri. ***
Editor : Dharaka R. Perdana