Menjaga Kesehatan harus diperhatikan saat menjalani ibadah puasa, terlebih harus mengutamakan kebutuhan dari pada nafsu saat berbuka puasa.
Puasa adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat muslim, tentunya menjaga Kesehatan tubuh juga merupakan satu hal yang penting.
Dimana ada istilah bulan puasa harus menahan nafsu, begitupun berlaku ketika berbuka harus mengontrol makanan yang dikonsumsi untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Tentunya ada banyak tips yang bisa dilakukan agar tubuh tetap sehat meskipun tidak makan dan minum selama puasa.
Berikut tips menjaga Kesehatan saat berbuka puasa:
Tunda Makan Berat
Saat melakukan ibadah puasa perut akan kosong selama kurang lebih tiga belas jam dalam sehari.
Memang Sebagian orang merasa tidak bermasalah jika makan secara berlebihan, namun untuk sebagiannya lagi akan menimbulkan rasa kembung dan begah.
Tentunya jika kondisi perut kosong terus tiba-tiba mengkonsumsi makanan secara berlebihan akan menimbulkan masalah pencernaan.
Usahakan saat berbuka puasa mengkonsumsi makanan yang ringan, misal kolak tanpa santan, pudding, dan makanan lain asalkan tidak berlebihan.
Beri jarak 20 menit dari makanan ringan baru konsumsi yang berat supaya pencernaan tetap bisa mengontrol atau mengolah dengan baik makanan yang masuk.
Penuhi Kebutuhan Cairan
Minum tentu dilarang saat puasa berlangsung sehingga sudah dipastikan tubuh akan kekurangan cairan.
Karena kekurangan cairan maka isi cairan tubuh saat berbuka puasa dengan mengkonsumsi air putih minimal satu sampai dua gelas saat puasa.
Hindari minuman yang terlalu manis, bersoda, dan juga kemasan karena kondisi tubuh saat seharian puasa tentu berbeda dengan kondisi tubuh dihari-hari biasa.
Tidak hanya itu, hindari minuman berkafein seperti the dan kopi karena nantinya akan sering merasa ingin buang air kecil karena kandungannya.
Dari penjelasan ini maka sudah terlihat bahwa jalan keluar paling aman adalah air putih supaya tubuh lebih mudah menyesuaikan selama puasa.
Pemilihan Takjil
Konsep dari takjil yang sehat bukan selalu seperti anggapan orang tentang harus makanan manis dan minuman manis.
Maksud dari makan takjil saat bulan puasa sendiri merupakan makanan ringan sebelum makanan berat dengan tujuan supaya perut tidak terkejut.
Kemudian jika takjil yang dikonsumsi berlebihan ditambah rasanya yang terlalu manis justru membawa dampak buruk bagi pencernaan.
Rubah takjil yang semula tidak sehat menjadi sehat seperti buah-buahan, mengandung mineral, vitamin, dan serat yang terpenting tanpa gula tambahan.
Sebagai contoh kurma sebanyak tiga butir dengan segelas air, juga bisa buah pisang, semangka, melon atau sejenisnya kemudian buah-buah ini bisa diolah dalam bentuk jus atau smoothie dengan tanpa gula.
Tidak hanya itu kolak pisang, kacang hijau, ubi, dan bubur ketan hitam juga diperbolehkan namun tanpa menggunakan santan.
Makanan Sehat Gizi Seimbang
Meskipun sedang berpuasa, makanan bergizi dan seimbang hukumnya wajib bagi Kesehatan.
Makanan yang sesuai kriteria tersebut seperti karbohidrat kompleks, lemah sehat, protein, vitamin, dan mineral.
Contohnya mengkonsumsi nasi merah dengan sop ayam yang didalamnya ada sayur-sayuran itu sudah termasuk makanan yang sehat.
Menghindari Beberapa Jenis Makanan
Tidak semua orang memiliki pencernaan yang cocok terhadam beberapa jenis makanan, terlebih saat puasa dimana seharian perut dalam kondisi kosong.
Kondisi inilah yang membuat seseorang harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa termasuk menghindari makanan yang beresiko terhadap Kesehatan tubuh.
Adapun yang sebaiknya untuk dihindari misalnya makanan yang mengandung tinggi lemak, makanan terlalu pedas, makanan terlalu asin, makanan tinggi gula, makanan yang digoreng, dan makanan mengandung pengawet.
Usahakan untuk memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan, karena tentunya sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.
Jadi sobat Ratu, buka puasa adalah salah satu momen sakral saat Ramadhan sehingga menjaga pola makan dan Kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting, setidaknya hargai tubuh dengan tidak terlalu menuruti hawa nafsu semata. (Ervi)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz