Radar Tulungagung - Saat melakukan ibadah puasa akan terjadi perubahan pada gaya hidup yang mampu mempengaruhi tubuh.
Dimana selama 12 bulan dalam setahun, hanya satu bulan momen puasa Ramadhan, kecuali bagi mereka yang sering melakukan puasa sunnah di luar puasa wajib.
Perubahan yang terjadi seperti perubahan pola makan, pola tidur, dan aktivitas lain yang kemudian juga mempengaruhi kondisi tubuh.
Tubuh rurut mengalami perubahan mulai dari komposisi tubuh, fungsi organ, cairan, darah, juga elektrolit dalam tubuh.
Berikut7 perubahan pada tubuh saat berpuasa:
Energi dalam Tubuh
Pada saat sebelum puasa gula darah dalam kondisi normal akan tersimpan dalam otot dan hati yang berperan sebagai sumber energi yang utama sehingga saat berkativitas tubuh akan mengambil energi dari sana.
Ketika saat puasa kurang lebih 14 jam dan kehabisan glukosa, maka lemak dialihkan sebagai sumber eneri sehingga tubuh akan membakar lemak.
Benefit yang di dapatkan dalam proses perubahan gaya hidup saat puasa yaitu cocok untuk diet, menetralkan kolestrol, dan mengatur gula darah.
Kelenjar Ludah
Dalam kondisi seseorang sedang berpuasa bukan berarti kelenjar ludah tidak berfungsi.
Justru saat berpuasa kelenjar lidah tetap memproduksi air liur agar mulut tidak mengalami kekeringan.
Sesuai kegunaannya air liur dalam lidah berfungsi untuk melawan bakteri dan mencegah adanya bau mulut.
Jadi ketika berpuasa tidak perlu khawatir mengalami kekeringan yang menyebabkan bau mulut atau munculnya bakteri, karena kelenjar ludah sudah mampu menghalaunya.
Organ Pankreas
Saat dalam kondisi normal (tidak dalam kondisi berpuasa) pankreas akan menghasilkan hormon insulin.
Hormon insulin inilah yang merubah glukosa dari makanan menjadi energi dalam tubuh, sedangkan selama berpuasa pastinya hormon insulin akan mengalami penurunan.
Penurunan hormon insulin disebabkan tubuh tidak mendapat asupan alias tidak makan dan minum saat berpuasa.
Kantung Empedu
Pada kondisi normal kantung empedu akan membantu proses memecah lemak pada proses pencernaan.
Berbeda saat tubuh dalam keadaan berpuasa kantung empedu tetap akan menampung empedu tetapi akan lebih pekat.
Kepekatan inilah yang nantinya akan digunakan untuk membantu proses pemecahan lemak pada proses pencernaan saat berbuka puasa.
Organ Hati
Sebelum berpuasa seseorang pasti akan sahur terlebih dahulu dan tentunya pasti makan.
Makanan yang dikonsumsi pastinya akan membawa glukosa pada tubuh, kemudian akan dirubah menjadi glikogen baru disimpan pada organ hati.
Ketika glukosa sudah habis, untuk menjadi sumber energi baru mengambil glikoken dalam hati.
Organ Lambung
Saat seseorang sedang berpuasa, produksi asam lambung akan otomatis menurun.
Penurunan produksi ini tentu dikarenakan saat berpuasa lambung tidak akan terisi asupan baik makanan atau minuman sehingga tidak ada proses penggilingan.
Seandainya seseorang mengalami pengikisan lambung karena kadar asam lambung berlebih itu akan menyebabkan luka pada lambung.
Organ Usus Halus dan Usus Besar
Tidak beda dengan organ-organ sebelumnya, usus juga mengalami perubahan saat seseorang sedang berpuasa.
Perubahan yang terjadi seperti pergerakan, aktivitas, penyerapan pada usus halus, dan usus besar menjaga keseimbangan cairan.
Nah sobat Ratu, saat puasa tubuh akan mengalami proses detoksifikasi yang dapat memicu proses pembuangan racun.
Hati sendiri memiliki fungsi membuang racun, ketika berpuasa tidak makan dan minum nantinya akan mendorong fungsi ini untuk membuang racun tersebut dengan cara sehat tentunya. (Ervi)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz