KESEHATAN - Wanita yang sedang mengalami menstruasi perlu diperhatikan.
Pasalnya, selama menstruasi, wanita akan kehilangan banyak darah.
Hemoglobin yang keluar bersama darah saat menstruasi menyebabkan berkurangnya simpanan zat besi dalam tubuh.
Jika hal ini terjadi secara ekstrem, maka dapat mengakibatkan anemia defisiensi zat besi.
Anemia adalah penyakit kekurangan hemoglobin atau sel darah merah.
Anemia ada beberapa jenis meliputi anemia defisiensi zat besi, anemia hemolitik, anemia aplastik, anemia sel sabit, anemia talasemia, dan anemia megaloblastik.
Anemia defisiensi zat besi merupakan kondisi saat tubuh kekurangan zat besi sehingga tidak dapat memproduksi hemoglobin yang cukup.
Hal ini dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin, kelahiran prematur, bayi berat badan lahir rendah (BBRL), hingga stunting.
Maka dari itu, selama menstruasi, wanita disarankan untuk mengonsumsi makanan atau suplemen penambah darah untuk meningkatkan kadar hemoglobin.
Namun, apakah konsumsi tablet tambah darah efektif untuk mengatasi hal tersebut?
Salah satu mahasiswa Tulungagung, Balqis, mengatakan jarang mengonsumsi tablet tambah darah saat menstruasi.
“Cuma pernah minum, tapi enggak sering. Minum pas pusing aja. Jaga-jaga kalau anemia,” ujarnya.
Gejala anemia terkadang memang tidak tampak.
Wanita dengan menstruasi menganggap letih, lesu, sering mengantuk, dan pusing adalah hal yang biasa terjadi.
Jika hal ini dibiarkan terus-menerus tentu berbahaya.
Berdasarkan salah satu jurnal penelitian tentang hubungan siklus menstruasi, konsumsi tablet tambah darah, dan konsumsi vitamin C, diketahui bahwa terdapat siswi yang mengalami siklus menstruasi tidak normal mengalami anemia.
Siswi tersebut memiliki siklus menstruasi dengan jarak berdekatan.
Diketahui, siswi yang tidak teratur mengonsumsi tablet tambah darah berisiko 61,55 kali menderita anemia dibandingkan siswi yang rajin mengomsumsi tablet tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi tablet tambah darah merupakan salah satu upaya untuk mencegah anemia.
Namun, berbeda hal dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan pada beberapa siswi di salah satu SMP.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara konsumsi tablet tambah darah dan anemia.
Alasannya, selama mengonsumsi tablet tambah darah, siswi tersebut secara bersamaan mengonsumsi salah satu zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi.
Misalnya, teh dan kacang kedelai.
Beberapa wanita memang memiliki beberapa faktor terkait konsumsi tablet tambah darah.
Di antaranya, pengetahuan, dukungan orang terdekat, dan kecenderungan untuk rutin mengonsumsi suplemen.
Seperti dialami oleh salah satu pekerja di Tulungagung, Fima. Wanita 28 tahun ini mengaku tidak mengonsumsi tablet tambah darah saat menstruasi karena tidak dapat meminum obat maupun suplemen multivitamin berbentuk kapsul.
"Jadi buat siasatin yang enggak-enggak pas menstruasi, biasa minum air putih yang banyak atau konsumsi makanan bergizi. Banyakin sayur sama buah gitu," ucapnya.
Dengan demikian, tablet tambah darah dapat membantu mencegah terjadinya anemia jika dikonsumsi selama menstruasi.
Asalkan diimbangi dengan konsumsi makanan yang dapat memaksimalkan penyerapan zat besi dan menghidari konsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapannya.(***)
Editor : Vidya Sajar Fitri