Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Darah saat Menstruasi Berwarna Kecokelatan? Jangan Panik, Kenali Penyebabnya di Sini!

Vidya Sajar Fitri • Jumat, 21 Februari 2025 | 20:49 WIB
Ilustrasi warna darah saat menstruasi.(freepik.com)
Ilustrasi warna darah saat menstruasi.(freepik.com)

KESEHATAN - Wanita usia produktif mengalami siklus bulanan yang biasa disebut menstruasi atau haid.

Menstruasi ditandai dengan keluarnya darah dari vagina akibat adanya peluruhan dinding rahim.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh gaya hidup masing-masing wanita.

Mulai dari rentang waktu menstruasi, banyaknya darah yang keluar, hingga warna darah saat menstruasi.

Salah satu pekerja di Tulungagung bernama Wanti mengatakan bahwa pernah mengalami perubahan warna pada darah yang keluar saat menstruasi.

"Aku pernah waktu itu warnanya merah pekat. Terus ada gumpalan gitu di hari 1-2 menstruasi," ucapnya.

Dia menduga hal itu karena pola hidupnya yang tidak sehat dan terkadang stres karena tekanan pekerjaan.

Lalu, apa sebenarnya arti dari setiap warna darah yang muncul saat menstruasi?

Warna merah muda disebabkan karena darah bercampur lendir dari kelenjar di area vagina sehingga tampak lebih cerah.

Warna darah ini biasanya muncul di masa awal atau akhir menstruasi dengan volume yang sedikit.

Sebagai pertanda bahwa siklus menstruasi dimulai atau segera berakhir.

Darah menstruasi berwarna merah terang biasanya memiliki tekstur encer.

Hal ini menandakan bahwa rahim berkontraksi aktif sehingga lebih cepat mengeluarkan darah.

Namun, perlu diwaspadai jika darah menstruasi berwarna merah terang keluar dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama.

Sebab, hal tersebut menandakan bahwa terjadi gejala medis tertentu.

Darah yang terlalu lama mengendap di dalam rahim atau vagina akan mengalami proses oksidasi sehingga membuatnya berwarna lebih gelap.

Warna darah seperti ini biasa muncul saat aliran darah melambat atau siklus menstruasi hampir berakhir.

Munculnya darah berwarna merah gelap dapat disertai gumpalan darah apabila rahim tidak berkontraksi dengan baik.

Gumpalan darah ini tidak berbahaya apabila tidak berukuran lebih besar dari ukuran buah anggur.

Sama halnya dengan warna cokelat, darah menstruasi berwarna hitam disebabkan aliran darah yang melambat sehingga mengalami proses oksidasi.

Selain itu, warna darah kehitaman dapat terjadi pada beberapa kondisi selain menstruasi.

Di antaranya, kondisi medis seperti penyakit radang panggul atau infeksi menular seksual.

Jika darah yang keluar saat menstruasi berwarna jingga atau abu-abu, maka hal tersebut perlu diwaspadai. 

Darah berwarna jingga atau abu-abu umumnya disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Misalnya, infeksi vagina seperti kandidiasis, trikomoniasis, dan vaginosis bakterialis. 

Apabila menemukan warna darah saat menstruasi mengalami perubahan yang tidak seperti biasanya atau tidak wajar, maka segera konsultasikan hal tersebut ke pelayanan kesehatan terdekat.(***)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#darah #infeksi #menstruasi #haid #vagina