RADAR TULUNGAGUNG - Tidak ada alasan selama di bulan Ramadhan ini menjadi malas atau loyo, harus tetap bugar meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Sehingga sebulan penuh produktivitas kita tidak mengalami perubahan alias sama dengan bulan-bulan sebelum Ramadhan.
Baca Juga: Berawal dari Pedagang Telur, Muhammad Soleh Fudin Jadi Tokoh Pengembang Olahraga
Nah, agar tetap bugar dan produktivitas terjaga, maka sangat dianjurkan selama Ramadhan aktivitas berolahraga harus jalan.
Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dipilih agar tubuh tetap bugar ketika berpuasa.
Pertama berlari, jalan, bersepeda olahraga ini untuk cardio. Kedua dengan nge-gym atau angkat beban, olahraga ini membantuk massa otot pada tubuh kita.
Menurut Dary Eka Cahyono salah seorang personal trainer (PT) nge-gym di Lojikka Hotel Tulungagung, pada bulan Ramadhan, ketika memilih nge-gym untuk menjaga kebugaran tubuh maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Baca Juga: Catat, Ini Rekomendasi Makanan yang Tepat Bagi Penggiat Olahraga saat Ramadhan Tiba
Pertama, lanjut Dary Eka yang juga anggota komunitas Tulungagung Runners dan Friday Running Community, kapan nge-gym yang tepat ketika berpuasa.
“Apakah sebelum berbuka, setelah berbuka atau setelah sahur,” katanya.
Baca Juga: Ramadhan Bukan Jadi Alasan Berhenti Olahraga, Begini Tips Berlari Saat Menjalani Puasa
Dary Eka mengatakan, untuk pilihan waktu nge-gym itu tergantung dari tujuannya.
Jika tujuannya selain menjalankan ibadah puasa juga ingin menurunkan berat badan (BB) maka waktu yang ideal sebelum berbuka.
Alasannya sumber tenaga utama yang digunakan berasal dari lemak dikarenakan perut kosong dan sudah berpuasa kurang lebih 14 jam lamanya. “Tapi dengan catatan intensitasnya dikurangi adaptasi di bulan puasa,” ujarnya.
Sedangkan tujuannnya, untuk maintenance maka waktu yang cocok sesudah berbuka, karena tenaga sudah kembali pulih dan bisa mengangkat beban yang lebih berat.
Baca Juga: Tips Lari Malam Selama Ramadhan ala Runner Tulungagung
Ketika memilih waktu setelah sahur nge-gym, Dary Eka mengaku memang tenaga untuk angkat beban masih besar tapi harus diingat tidak boleh terlalu nge-push. “Khawatirnya nanti malah haus padahal sedang puasa,” katanya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana