KESEHATAN - Salah satu olahraga yang diminati saat berpuasa seperti saat ini adalah gym.
Pada bulan puasa menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang yang tetap ingin menjaga kebugaran tubuh.
Salah seorang personal trainer di Trenggalek, Bangun Eko Setyawan mengatakan, intensitas latihan pada hari biasa bisa mencapai 100 persen, tetapi selama bulan puasa disarankan untuk menurunkannya menjadi sekitar 60 hingga 70 persen.
"Saat nge-gym perlu mengurangi repetisi dan beban selama latihan. Repetisi yang biasanya 3 hingga 4 kali dapat dikurangi hingga 2 kali set," ujarnya.
Terdapat dua waktu efektif dalam melakukan gym.
Namun, tergantung goals fitnes sendiri.
Jika tujuannya menaikkan berat badan disarankan untuk berolahraga setelah Tarawih.
"Dengan berolahraga setelah Tarawih, tubuh akan mendapatkan karbohidrat yang dibutuhkan sebagai sumber energi," jelasnya.
Namun, jika tujuannya menurunkan berat badan atau fat loss, waktu yang ideal untuk nge-gym adalah di sore hari.
Pada waktu ini, tubuh sudah tidak memiliki cadangan gula sehingga latihan bisa lebih optimal dalam membakar lemak.
"Pada sore hari, kondisi tubuh sedang lemas karena kekurangan energi yang berasal dari zat gula dan kalori, sehingga tubuh akan mencari energi cadangan seperti lemak yang akan dibakar menjadi energi," ungkapnya.
Pada saat buka puasa sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan karbohidrat kompleks.
Memastikan tubuh terhidrasi dalam sehari 1,5 hingga 2 liter air putih.
"Saat berbuka, jangan terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang membuat tubuh terasa lemas," terangnya.
Setelah melakukan gym perlu memprioritaskan pemulihan.
Menurutnya, tidur yang cukup dan pemulihan yang baik sangat penting saat berpuasa.
Pastikan tubuh mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat agar tetap bugar dan siap berlatih.
"Penting untuk selalu mendengarkan kondisi tubuh. Jika tubuh terasa lemas dan tidak memungkinkan untuk berolahraga, sebaiknya jangan memaksakan diri dan beri waktu untuk istirahat," tutupnya. (mg1/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri