Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

326 Kasus DBD Merajalela di Kabupaten Tulungagung, Begini Upaya Dinas Kesehatan

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 7 Mei 2025 | 05:05 WIB
Kasus DBD dan DSS di Tulungagung tahun 2025 semakin mengkhawatirkan
Kasus DBD dan DSS di Tulungagung tahun 2025 semakin mengkhawatirkan

KOTA, Radar Tulungagung - Sebanyak 326 kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Tulungagung pada trimester pertama 2025 ini.

  Dari jumlah kasus tersebut, empat di antaranya berujung pada kematian. Keempat pasien meninggal tersebut terdiri dari 3 anak dan 1 balita yang terjadi pada Januari dan Februari lalu.

 Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, menjelaskan bahwa terus melakukan upaya-upaya untuk menekan terjadinya kasus DBD tersebut.

  Karena melihat dari tahun-tahun sebelumnya, kasus DBD di Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan.

  Pada tahun 2023, jumlah korban meninggal dalam setahun yakni tiga orang. Kemudian, pada tahun 2024, jumlah korban meninggal bertambah hingga total 17 orang.

  "Tahun ini jumlah korban meninggal hingga Mei sejumlah empat orang. Karena ini penyebaran penyakitnya melalui nyamuk, jadi kami lakukan penanganan sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan," katanya.

Dia menyebut, pada tahun ini jumlah korban meninggal terbanyak pada Januari yaitu tiga anak. Kemudian, pada Februari, korban meninggal satu orang. 

Dia menambahkan bahwa telah melakukan penanganan kasus DBD ini dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mulai dari melakukan 3M yaitu menutup, menguras, dan mengubur.

  "Perlu ditekankan bahwa di Tulungagung tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB). Karena KLB itu yang menentukan kepala daerah, dan implikasinya panjang, tidak hanya bicara tentang jumlah saja," pungkasnya. (sri/c1/rka)

Editor : Sandy Sri Yuwana
#nyamuk aedes aegepty #dbd #penyakit berbahaya