Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Anda Pernah Kesurupan? Ternyata Ini Bukan Tentang Hal Mistis, Yuk Simak Penjelasannya

Anggi Septian A.P. • Minggu, 11 Mei 2025 | 00:00 WIB
Contoh kesurupan pada perempuan. Foto kanan, ilustrasi sosok Kuntilanak yang selalu jadi kambing hitam pada kesurupan.
Contoh kesurupan pada perempuan. Foto kanan, ilustrasi sosok Kuntilanak yang selalu jadi kambing hitam pada kesurupan.

RADAR TULUNGAGUNG – Fenomena kesurupan selama ini masih banyak dikaitkan dengan hal mistis. Tak jarang, orang yang mengalaminya langsung dibawa ke dukun atau orang pintar.

Namun, dalam kajian psikologis dan medis, kesurupan bisa menjadi tanda adanya gangguan kejiwaan, salah satunya skizofrenia.

Penjelasan ini dipaparkan dalam buku berjudul Menguak Misteri di Balik Mitos, yang mencoba memisahkan antara keyakinan tradisional dengan pendekatan ilmiah.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa kesurupan bisa menjadi bentuk manifestasi dari tekanan psikologis yang berat.

Bahkan, jika seseorang kesurupan dan mengaku melihat makhluk halus, merasa menjadi sosok lain seperti harimau, nenek moyang, atau berbicara dalam bahasa asing, besar kemungkinan itu adalah gejala skizofrenia.

Skizofrenia merupakan gangguan mental serius yang ditandai dengan halusinasi, delusi, pikiran kacau, serta gangguan perilaku.

Salah satu penyebabnya adalah kelainan pada sistem limbik di otak, bagian yang berperan dalam mengatur emosi dan memori.

Saat sistem ini terganggu, kemampuan otak untuk menyaring realita menjadi lemah.

Akibatnya, memori, ketakutan, dan bayangan-bayangan akan pengalaman masa lalu atau budaya horor yang dikonsumsi seseorang bisa muncul dalam bentuk halusinasi dan perilaku aneh.

“Kalau semasa hidupnya sering nonton film horor, diceritain hal-hal mistis, maka saat stres, isi otaknya bisa keluar sesuai referensi itu. Jadilah kesurupan yang katanya kerasukan kuntilanak atau jadi harimau,” tulis buku Menguak Misteri di Balik Mitos.

Secara psikologis, kesurupan juga bisa terjadi karena tubuh dan pikiran mengalami tekanan berat.

Kondisi ini disebut disosiasi, di mana seseorang seperti kehilangan kesadaran diri karena tubuh mencoba melindungi diri dari beban emosional.

Hal ini berbeda dengan gangguan kejiwaan seperti skizofrenia, namun gejalanya bisa mirip.

Menanggapi fenomena ini, para psikolog dan psikiater mengimbau masyarakat agar tidak gegabah menyimpulkan kesurupan sebagai gangguan mistis.

Terlebih jika kejadian itu terjadi berulang, disertai perilaku membahayakan, atau tidak bisa dijelaskan secara logis.

“Jangan bawa ke dukun dulu. Bawa ke psikiater atau psikolog untuk dievaluasi lebih lanjut. Bisa jadi orang tersebut mengalami gangguan jiwa, dan butuh pengobatan medis,” ujar salah satu psikolog yang dikutip dalam buku tersebut.

Bahkan, tak sedikit kasus kesurupan yang setelah diperiksa ternyata merupakan gejala awal skizofrenia.

Kondisi ini membutuhkan pengobatan jangka panjang dan terapi psikologis yang tepat.

Masyarakat juga diimbau agar tidak mempermalukan atau menstigma orang yang mengalami kesurupan.

Sebab, jika benar orang tersebut mengalami gangguan psikologis, stigma justru bisa memperparah kondisi mereka.

Kesadaran untuk memahami kesehatan mental menjadi langkah awal penting untuk mencegah kejadian lebih buruk.

Di era informasi saat ini, masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap pengetahuan psikologis dan kesehatan mental.

Dengan begitu, penanganan terhadap fenomena seperti kesurupan seharusnya bisa lebih rasional dan berlandaskan ilmu pengetahuan.

 

Kesurupan tidak selalu tentang dunia gaib. Bisa jadi itu adalah jeritan dari jiwa yang butuh pertolongan.

Mari hentikan stigma, dan mulai memahami bahwa psikologis dan kesehatan mental adalah hal yang nyata.(*)

Kalau kamu mau dibuatkan carousel atau versi cet

aknya juga, tinggal bilang saja ya!

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#kesurupan #psikologi #skizofrenia #mistis