TULUNGAGUNG - Lilis Setiyorini, 42, salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terdeteksi mengidap penyakit diabetes mellitus (DM).
Dia adalah salah satu dari sekian banyak peserta JKN yang tergabung sebagai anggota klub Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Sebelumnya, dia pernah mengikuti pemeriksaan gula darah di balai desa tempat tinggalnya. Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan angka kadar gula mencapai 350 mg/dL di mana angka tersebut melebih batas normal kadar gula darah pada orang dewasa.
“Kebetulan waktu itu ada cek gula darah gratis di dekat rumah saya, jadi saya memberanikan diri untuk mengecek gula darah. Setelah melihat hasilnya, saya cukup terkejut karena kadar gula darah saya sangat tinggi sekali kata pemeriksanya sampai 350”, ujarnya saat ditemui, Minggu (18/5/2025).
Dia menceritakan awal mula mengalami keluhan, seperti mudah capek, sering terserang penyakit ringan seperti flu, dan paling sering dialaminya adalah buang air kecil dengan frekuensi cukup tinggi pada malam hari.
Menyadari kondisi dialaminya, membuat terdorong untuk berani memeriksakan diri ke FKTP agar dapat mendeteksi dini masalah kesehatan yang dialami.
“Saya sudah lama berkeinginan untuk melakukan cek gula darah, karena memiliki keturunan sakit diabetes dari salah satu orang tua saya. Saya sering merasakan badan sering capek, mudah sakit, dan kalau malam hari sering buang air kecil. Karena punya JKN, saya langsung ke FKTP untuk berobat,“ ujarnya
Saat di FKTP, dokter melakukan pemeriksaan gula darah dan ternyata hasilnya juga tinggi. Berdasarkan hasil tersebut dan dari pemeriksaan fisik, dokter menyatakan dirinya perlu dirujuk ke rumah sakit. Agar dapat dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam.
“Setelah diperiksa dokter di klinik, dan dicek gula darah ternyata masih tetap tinggi. Dokter menyampaikan, dari kondisi saya kemungkinan mengarah pada penyakit DM," katanya.
"Agar mendapat pemeriksaan lebih lanjut, saya dirujuk ke poli penyakit dalam. Benar saja dari pemeriksaan dokter spesialis saya dinyatkan menderita DM. Selama beberapa bulan saya rutin berobat di rumah sakit dan mengonsumsi obat secara teratur,“ tambahnya.
Karena rutin berobat dan mengonsumsi obat-obatan secara tepat, kondisi lilis berangsur membaik, kadar gula darahnya mengalami penurunan signifikan.
Sehingga dokter spesialis penyakit dalam memperbolehkan perawatan dilakukan di FKTP, dia diberikan surat rujuk balik.
“Sejak mematuhi saran dokter untuk minum obat dan setiap bulan berobat, kadar gula darah saya semakin stabil. Akhirnya dirujuk balik ke FKTP. Sangat beruntung menjadi peserta JKN, semua pengobatan diberikan dengan lengkap dan sangat bagus mutunya,“ tegasnya.
Saat ini, Lilis masih rutin berobat setiap bulan di FKTP. Bahkan sekarang dia telah tergabung dalam klub Prolanis. Klub Prolanis banyak memberikan manfaat bagi peserta JKN denga riwayat penyakit kronis, seperti Hipertensi dan DM.
Kegiatan klub Prolanis, antara lain senam sehat, konsultasi kesehatan dengan dokter, pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah, dan penyuluhan kesehatan oleh dokter.
“Sejak ikut Prolanis, saya semakin sadar untuk menjalankan pola hidup sehat. Dokter memberikan penyuluhan kesehatan dan kalau ada keluhan saya juga bisa langsung menyampaikan," jelasnya.
Lilis setiap seminggu sekali ikut senam sehat dan dicek tekanan darah. Dokter juga terus mengingatkan pasien Prolanis untuk selalu menjaga pola makan, isitrahat teratur melakukan olahraga ringan,“ tuturnya.
Lilis mengapresiasi adanya program Prolanis dari BPJS Kesehatan. Baginya, program ini memberikan manfaat bagi masyarakat bahkan orang-orang yang mengalami penyakit kronis pun masih tetap terjamin kesehatannya dan dapat menjalani hidup dengan normal.
“BPJS Kesehatan ini sangat memperhatikan kebutuhan pesertanya. Prolanis ini banyak sekali manfaatnya buat orang seperti saya, bisa tiap minggu senam, mendapat pemeriksaan gratis. Semoga BPJS Kesehatan tetap hadir memberikan pelayanan terbaik,” tutupnya.(*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah