KESEHATAN - BPJS Kesehatan terus mengimbau bagi peserta JKN untuk melakukan skrining riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pendeteksian dini terhadap terjadinya risiko penyakit kronis.
Seperti diketahui, saat ini berbagai penyakit kronis mulai banyak diderita oleh anak muda.
Tidak sedikit kasus penyakit hipertensi, diabetes mellitus yang dahulu hanya diderita mulai usia diatas 40 tahun, sekarang banyak kasus peyakit tersebut bahkan diderita oleh remaja.
Salah satu dokter di Puskesmas Tulungagung, dr Gracia Miranda (44) mengatakan, penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang banyak dialami oleh anak muda.
Banyak kasus hipertensi dan diabetes mellitus di Puskesmas dimana pasien yang berobat adalah usia dibawah 30 tahun.
“Banyak kunjungan pasien yang berobat di Puskesmas datang dengan berbagai keluhan kesehatan. Setelah dilakukan pemeriksaan mereka menderita hipertensi dan diabetes mellitus. Penyakit ini banyak disebabkan oleh gaya hidup, dan pola makan atau minum. Anak-anak banyak mengkonsumsi makanan cepat saji dan minuman dengan kadar gula tinggi,“ jelasnya, Rabu (18/6).
Gracia mengatakan, masyarakat harus lebih peduli untuk menjaga kesehatan sejak usia anak-anak.
Penerapan gaya hidup, pola konsumsi makanan dan minuman dapat mulai diajarkan sejak usia dini agar anak terbiasa.
Dia juga mengapresiasi program skrining riwayat kesehatan dari BPJS Kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Untuk mencegah terjadinya penyakit, penerapan pola hidup sehat perlu dilakukan, mulai dari lingkungan keluarga dan diajarkan kepada anak-anak sejak kecil, sehingga mereka menjadi terbiasa mengkonsumsi makanan, minuman yang sehat dan berbagai pola hidup sehat lainnya. Peserta JKN, harus memanfaatkan skrining riwayat kesehatan dari BPJS Kesehatan. Jangan ragu untuk melakukan skrining, dengan skrining dapat diketahui kondisi kesehatan kita dan dapat segera dilakukan tindakan pengobatan jika terindikasi menderita suatu penyakit, termasuk penyakit kronis, “ tuturnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan BPJS Kesehatan telah menyediakan berbagai fasiltas bukan hanya penjaminan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN yang sudah sakit.
Namun program preventif, seperti skrining riwayat kesehatan dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN yang belum mengalami sakit.
“Program dari BPJS Kesehatan banyak memberikan manfaat bagi peserta JKN baik yang sudah sakit maupun yang dalam kondisi sehat. Salah satunya ada program Prolanis (Pengelolaan Penyakit Kronis) sehingga peserta JKN yang telah menderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi dapat terkontrol kondisi kesehatannya jika tergabung sebagai anggota klub prolanis sehingga komplikasi penyakit dapat dicegah. Di klub prolanis peserta diberikan penyuluhan kesehatan oleh dokter, pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah setiap bulan, “ imbuhnya.
Gracia juga membagikan tips kesehatan bagi peserta JKN yang menderita penyakit hipertensi.
Hipertensi merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi pada semua orang, dapat disebabkan karena faktor keturunan, dan juga gaya hidup.
Menurutnya, pasien hipertensi harus rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter agar tekanan darah terkontrol, jika tekanan darah terkontrol dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi penyakit lain seperti penyakit jantung dan stroke.
“Buat yang sudah sakit hipertensi tidak perlu takut, tetap minum obat dengan rutin agar tekanan darah stabil dan terhindar dari komplikasi penyakit lainnya. Jangan lupa juga harus rutin kontrol ke dokter untuk diperiksa tekanan darah dan kondisi kesehatan. Peserta JKN dapat langsung periksa di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dimana peserta terdaftar. Selain rutin mengkonsumsi obat, pasien hipertensi juga harus menerapkan pola hidup sehat. Lakukan olahraga rutin, pilih jenis olahraga sesuai dengan kemampuan tubuh, jika usia lanjut jangan melakukan olahraga berat, bisa melakukan jalan sehat. Menjaga pola makan, hindari makakan yang banyak mengandung garam. Banyak konsumsi air mineral, hindari rokok dan stress, “ pungkasnya.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri