TULUNGAGUNG – BPJS Kesehatan selalu berupaya untuk meningkatkan mutu layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu kemudahan bagi peserta JKN yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit adalah hadirnya petugas BPJS Siap Membantu (BPJS Satu).
Petugas BPJS Satu akan mempermudah akses peserta JKN ketika membutuhkan informasi serta penanganan pengaduan keluhan saat di rumah sakit.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati menjelaskan, petugas BPJS Satu adalah transformasi dari petugas Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) untuk mengoptimalisasi peran dan fungsinnya dalam membantu peserta JKN.
"Petugas BPJS Satu mempunyai ciri khas yang mudah dikenali oleh peserta, mereka menggunakan rompi khusus berwarna hijau bertulisakan BPJS Satu Siap Membantu, “ jelas Fitri," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (2/7/2025).
Menurut Fitri, di seluruh rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan ada petugas BPJS Satu yang setiap hari keliling rumah sakit.
Petugas BPJS Satu membantu peserta yang sedang mengakses layanan di rumah sakit, mulai dari memberikan penjelasan tetang prosedur administrasi, memastikan kelengkapan dokumen, dan mengawal proses layanan kesehatan, sampai dengan membantu konfirmasi dengan pihak rumah sakit ketika peserta menyampaikan pengaduan keluhan.
“Hadirnya petugas BPJS Satu langsung di tengah-tengah peserta di rumah sakit bertujuan untuk mempercepat penanganan saat ada pengaduan keluhan. BPJS Satu dapat dengan cepat berkoordinasi dengan rumah sakit, sehingga kepuasan peserta meningkat. Melalui petugas BPJS Satu, peserta diharapkan tidak bingung lagi mengenai prosedur layanan, “ tuturnya.
“Kecepatan penanganan pengaduan dan keluhan oleh BPJS Satu, membuat peserta merasa nyaman dan puas. Peserta yang sedang berobat rawat jalan atau rawat inap di rumah sakit juga akan merasa tenang karena mendapatkan informasi langsung dari BPJS Satu. Peserta akan lebih memahami hak dan kewajiban sebagai peserta saat mengakses pelayanan di rumah sakit," imbuhnya.
Selain bertugas memberikan informasi dan penanganan pengaduan keluhan, BPJS Satu setiap hari melakukan SIBLING (Supervisi, Buktikan dan Lihat Langsung). SIBLING adalah melakukan pemantauan langsung ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang bekerjasama.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan Faskes memenuhi kewajiban pelayanan kesehatan sesuai regulasi yang berlaku dan menjaga mutu layanan.
“Setiap hari, petugas BPJS Satu keliling melakukan SIBLING. Mereka mendatangi langsung peserta JKN yang rawat jalan di poliklinik maupun berkunjung ke pasien rawat inap. BPJS Satu berinteraksi langsung dengan pasien atau keluarga pasien untuk menanyakan beberapa hal dan memastikan bahwa Faskes telah mengikuti peraturan yang berlaku dalam Program JKN,“ jelasnya.
Tujuan dari SIBLING bukan untuk mencari kesalahan. Namun kegiatan ini untuk memastikan terjaminnya mutu layanan dari JKN.
Setelah melakukan SIBLING, petugas BPJS Satu akan menyampaikan hasilnya kepada pihak rumah sakit.
“SIBLING adalah Langkah kami untuk selalu menjaga mutu layanan Program JKN. Hasil SIBLING selalu kami komunikasikan dengan rumah sakit, termasuk jika ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur layanan. Seperti contoh, jika peserta masih diminta fotokopi berkas, peserta diminta iuran biaya padahal rawat inap sesuai kelasnya dan beberapa hal yang tidak sesuai prosedur,“ katanya.
Fitri menambahkan, peserta JKN di rumah sakit selain berinteraksi langsung dengan petugas BPJS Satu saat membutuhkan informasi dan pengaduan keluhan.
Mereka dapat menghubungi petugas BPJS Satu melalui WhatsApp. Poster petugas BPJS Satu ada di tempat-tempat strategis di semua rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Saat sedang di rumah sakit dan periu informasi layanan JKN atau akan melakukan pengaduan layanan, jangan segan untuk segera mecari petugas BPJS Satu. Selain itu, jika mau berkomunikasi dengan petugas BPJS Satu bisa juga whatsapp mereka. Nomor handphone petugas BPJS Satu tertera di poster yang ada di rumah sakit, sangat mudah dicari karena biasanya dipasang di area yang terjangkau peserta, “ pungkasnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah