TULUNGAGUNG- Merinding adalah reaksi alami tubuh yang sering muncul secara tiba-tiba, terutama saat merasa kedinginan, takut, atau tersentuh oleh suatu emosi.
Kondisi merinding terjadi karena otot-otot kecil di sekitar folikel rambut berkontraksi, menyebabkan bulu kuduk berdiri.
Dilansir dari Halodoc, merinding tidak hanya disebabkan oleh suhu dingin, tapi juga dapat dipicu oleh rangsangan emosional seperti rasa takut, haru, atau mendengar musik yang menyentuh hati.
Penyebab merinding ini berasal dari sistem saraf otonom yang merespons rangsangan tanpa disadari.
Sentuhan tiba-tiba pada kulit atau suara tertentu juga dapat memicu merinding, menandakan tubuh dalam kondisi waspada.
Studi neurosains menunjukkan bahwa bagian otak seperti insula dan anterior cingulate cortex aktif ketika seseorang merasakan merinding.
Penelitian yang dipublikasikan di PMC yang mengungkap bahwa merinding berkaitan dengan sistem limbik, yang mengatur emosi dan memori, sehingga penyebabnya sering berhubungan dengan aspek emosional.
Menurut HuffPost, merinding juga merupakan mekanisme evolusi yang membuat tubuh tampak lebih besar untuk menghadapi ancaman, serupa dengan hewan yang membuat bulunya berdiri.
Fakta lain dari ResearchGate, menunjukkan bahwa musik tertentu dapat memicu "chills" atau sensasi merinding karena rangsangan emosional yang kuat.
Proses ini melibatkan pelepasan dopamin, hormon yang berperan dalam perasaan senang.
Jadi, merinding bukan hanya sebuah reaksi fisik biasa, tetapi juga bentuk komunikasi antara otak dan tubuh yang menggambarkan kondisi emosional dan kewaspadaan kita.
Memahami fakta dan penyebab merinding membantu kita lebih mengenali sinyal tubuh serta perasaan yang sedang dialami, baik rasa takut, terharu, atau bahagia. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah