Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fakta Ilmiah di Balik Tubuh Merinding: Tanda Takut atau Respons Alami?

Amelia Monica • Sabtu, 5 Juli 2025 | 12:30 WIB

 

Ada bagian otak yang bisa membuat kita merasakan merinding. Simak penjelasannya kepada tubuh Anda bisa merinding.
Ada bagian otak yang bisa membuat kita merasakan merinding. Simak penjelasannya kepada tubuh Anda bisa merinding.

TULUNGAGUNG- Merinding adalah reaksi alami tubuh yang sering muncul secara tiba-tiba, terutama saat merasa kedinginan, takut, atau tersentuh oleh suatu emosi.

Kondisi merinding terjadi karena otot-otot kecil di sekitar folikel rambut berkontraksi, menyebabkan bulu kuduk berdiri.

Dilansir dari Halodoc, merinding tidak hanya disebabkan oleh suhu dingin, tapi juga dapat dipicu oleh rangsangan emosional seperti rasa takut, haru, atau mendengar musik yang menyentuh hati.

Penyebab merinding ini berasal dari sistem saraf otonom yang merespons rangsangan tanpa disadari.

Sentuhan tiba-tiba pada kulit atau suara tertentu juga dapat memicu merinding, menandakan tubuh dalam kondisi waspada.

Studi neurosains menunjukkan bahwa bagian otak seperti insula dan anterior cingulate cortex aktif ketika seseorang merasakan merinding.

Penelitian yang dipublikasikan di PMC yang mengungkap bahwa merinding berkaitan dengan sistem limbik, yang mengatur emosi dan memori, sehingga penyebabnya sering berhubungan dengan aspek emosional.

Menurut HuffPost, merinding juga merupakan mekanisme evolusi yang membuat tubuh tampak lebih besar untuk menghadapi ancaman, serupa dengan hewan yang membuat bulunya berdiri.

Fakta lain dari ResearchGate, menunjukkan bahwa musik tertentu dapat memicu "chills" atau sensasi merinding karena rangsangan emosional yang kuat.

Proses ini melibatkan pelepasan dopamin, hormon yang berperan dalam perasaan senang.

Jadi, merinding bukan hanya sebuah reaksi fisik biasa, tetapi juga bentuk komunikasi antara otak dan tubuh yang menggambarkan kondisi emosional dan kewaspadaan kita.

Memahami fakta dan penyebab merinding membantu kita lebih mengenali sinyal tubuh serta perasaan yang sedang dialami, baik rasa takut, terharu, atau bahagia. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#fakta ilmiah #Merinding