Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dampak Negatif Konsumsi Makanan Tepung-Tepungan secara Berlebihan, Cegah Lebih Baik

Zahrotul Afkarina • Jumat, 11 Juli 2025 | 06:00 WIB
Tepung-tepungan merujuk pada segala jenis makanan yang berbahan dasar tepung olahan.
Tepung-tepungan merujuk pada segala jenis makanan yang berbahan dasar tepung olahan.

TULUNGAGUNG- Tepung-tepungan merujuk pada segala jenis makanan yang berbahan dasar tepung olahan

Tepung-tepungan biasanya digunakan untuk roti putih, mi instan, kue kering dan bolu, gorengan (bakwan, risoles, Cireng, dll), biskuit dan kerupuk.

Tepung yang paling umum digunakan adalah tepung terigu, yang berasal dari biji gandum dan telah melalui proses pemurnian sehingga kandungan serat dan gizinya berkurang drastis.

Dampak Negatif Mengonsumsi Terlalu Banyak Tepung-Tepungan

1. Kenaikan Berat Badan.

Makanan berbasis tepung olahan tinggi akan karbohidrat sederhana yang cepat dicerna dan diserap oleh tubuh.

Hal ini menyebabkan lonjakan gula darah, dan jika tidak dibakar, disimpan sebagai lemak.

2. Lonjakan Gula Darah dan Risiko Diabetes.

Konsumsi makanan seperti roti putih atau mi instan bisa menyebabkan fluktuasi kadar gula darah, yang berisiko memicu resistensi insulin dan akhirnya meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

3. Pencernaan Terganggu.

Makanan tepung-tepungan yang minim serat dapat menyebabkan:

4. Peningkatan Kolestrol dan Resiko Penyakit Jantung.

Konsumsi berlebihan makanan olahan berbasis tepung (terutama yang digoreng) dapat meningkatkan kadar:

5. Meningkatkan Peradangan dalam Tubuh.

Tepung putih dianggap sebagai makanan pro-inflamasi.

Jika dikonsumsi terus-menerus, bisa memicu inflamasi kronis yang berdampak pada kesehatan sendi, metabolisme, dan otak

6. Menurunkan Energi dan Fokus.

Karbohidrat sederhana dari tepung memang memberi energi cepat, tapi hanya sementara.

Setelahnya, tubuh mengalami “crash” atau penurunan energi dan fokus yang drastis, terutama jika dikonsumsi tanpa protein atau serat pendamping.

Itulah Dampak negatif yang di Prediksi bisa Terjadi. Mengonsumsi makanan berbahan tepung-tepungan memang praktis dan lezat.

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus dapat berakibat buruk pada kesehatan. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#jajanan #tepung #dampak negatif