Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspadai Nyeri Sendi di Usia Produktif, Kenali Gejala Awal

Rinto Wahyu Hidayat • Rabu, 16 Juli 2025 | 00:00 WIB

 

Tanda-tanda gangguan sendi kerap muncul secara halus dan kerap diabaikan oleh masyarakat.
Tanda-tanda gangguan sendi kerap muncul secara halus dan kerap diabaikan oleh masyarakat.

TULUNGAGUNG – Nyeri sendi tak lagi identik dengan usia lanjut.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada peningkatan signifikan kasus gangguan sendi pada usia muda, terutama di rentang usia 25–45 tahun.

Gangguan sendi disebabkan berbagai faktor gaya hidup, mulai dari duduk terlalu lama hingga olahraga berlebihan tanpa teknik yang tepat.

Tanda-tanda gangguan sendi kerap muncul secara halus dan kerap diabaikan oleh masyarakat.

Beberapa gejala umum yang patut diwaspadai meliputi:

1. Rasa nyeri saat menggerakkan lutut, bahu, atau siku.Kekakuan di pagi hari.

2. Bunyi “krek” atau gesekan saat sendi digerakkan.

3. Bengkak atau kemerahan di sekitar persendian.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi osteoartritis atau peradangan kronis yang memerlukan penanganan jangka panjang, ttegasnya

Data dari komunitas Ortopedi Indonesia menunjukkan bahwa beberapa pemicu utama gangguan sendi di usia produktif adalah:

- Kurang aktivitas fisik (sedentary lifestyle).
- Cedera olahraga atau latihan tanpa pemanasan.
- Postur tubuh yang buruk saat bekerja.
- Berat badan berlebih.
- Faktor genetis dan nutrisi yang buruk.

 

Rekomendasikan langkah pencegahan berikut:

1. Berolahraga secara teratur

Prioritaskan olahraga low impact seperti berenang, jalan cepat, atau yoga.

2. Perhatikan ergonomi kerja

Posisi duduk yang salah dapat memberi tekanan berlebih pada lutut, punggung, dan leher.

3. Jaga berat badan ideal

Setiap kelebihan 1 kg berat badan menambah tekanan hingga 4 kg pada sendi lutut.

4. Konsumsi nutrisi pendukung sendi

Sertakan kalsium, vitamin D, omega-3, dan kolagen dalam pola makan harian.

5. Lakukan pemeriksaan ortopedi secara berkala

Terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga atau pernah mengalami cedera sendi. (rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#gejala awal #gangguan sendi