Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makanan yang Disukai Sel Kanker, Warga Tulungagung Perlu Tahu

Rinto Wahyu Hidayat • Senin, 21 Juli 2025 | 14:30 WIB

 

simbol dari berbagai jenis kanker didunia
simbol dari berbagai jenis kanker didunia

TULUNGAGUNG – Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.

Penyakit ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti genetika, gaya hidup, dan yang tak kalah penting: pola makan.

Di Tulungagung, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya makanan sehat terus meningkat, namun beberapa jenis makanan sehari-hari ternyata mengandung zat berbahaya yang diam-diam ‘disukai’ oleh sel kanker.

Salah satu zat yang patut diwaspadai adalah akrilamida, senyawa kimia yang terbentuk dalam makanan ketika dimasak dengan suhu tinggi, seperti saat digoreng, dipanggang, atau dibakar.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), zat ini berpotensi bersifat karsinogenik.

Hal ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat Tulungagung yang gemar menyantap makanan gorengan atau panggangan.

Berikut adalah daftar 5 makanan yang terbukti dapat mengandung akrilamida dalam kadar tinggi dan bisa meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan.

Warga Tulungagung diimbau untuk lebih cermat dalam memilih makanan sehari-hari.

1. Keripik dan Kentang Goreng.

Siapa yang tidak menyukai keripik atau kentang goreng? Di banyak sudut kota Tulungagung, camilan ini sangat mudah ditemukan.

Namun, perlu diketahui bahwa makanan ini merupakan salah satu penyumbang akrilamida tertinggi.

Zat tersebut terbentuk ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino saat dimasak dalam suhu tinggi.

Proses menggoreng yang terlalu lama bahkan bisa meningkatkan kadarnya hingga lebih dari 2000 µg/kg.

2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan.

Kue kering kemasan yang dijual di toko-toko modern hingga pasar tradisional Tulungagung sering kali diproses dengan suhu tinggi, mengandung banyak gula rafinasi dan pengawet.

Penelitian menunjukkan bahwa akrilamida dalam biskuit dapat mencapai hingga 1000 µg/kg.

Untuk alternatif yang lebih sehat, masyarakat Tulungagung bisa mulai beralih ke camilan rumahan yang rendah gula dan tanpa bahan kimia tambahan.

3. Roti Panggang dan Roti Kecokelatan.

Bagi sebagian warga Tulungagung, roti panggang menjadi pilihan sarapan praktis.

Namun, roti yang dipanggang terlalu lama hingga kecokelatan tua justru berpotensi membentuk akrilamida dalam jumlah tinggi.

Semakin gelap roti, semakin besar kemungkinan zat tersebut terbentuk.

Roti gandum utuh yang dipanggang dengan cara ringan bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.

4. Kopi.

Kebiasaan ngopi sudah menjadi budaya masyarakat Tulungagung, dari warung kopi tradisional hingga kedai kekinian.

Sayangnya, biji kopi yang disangrai pada suhu tinggi juga menghasilkan akrilamida.

Kopi instan bahkan memiliki kadar yang jauh lebih tinggi dibanding kopi seduh biasa.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan memilih kopi sangrai ringan atau mengatur konsumsi harian secukupnya.

5. Sereal Sarapan Kemasan.

Sereal siap saji, terutama yang berwarna cokelat keemasan dan tinggi gula, menjadi favorit sarapan instan, termasuk di kalangan anak muda Tulungagung.

Produk ini seringkali mengandung akrilamida yang dihasilkan selama proses pemanggangan atau penyangraian.

Sebagai gantinya, sereal alami seperti oatmeal atau olahan biji-bijian bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan menyehatkan.

Meski tidak semua makanan yang mengandung akrilamida harus dihindari sepenuhnya, penting bagi masyarakat Tulungagung untuk mengatur pola makan dan memilih metode memasak yang lebih sehat.

Dengan meningkatkan kesadaran akan makanan yang dikonsumsi, risiko kanker dapat ditekan sedini mungkin.

Mari mulai langkah kecil dari dapur kita sendiri untuk hidup yang lebih sehat dan berkualitas.(rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #pola makan #kanker