Vertigo Bisa Menyerang Siapa Saja, Kenali Gejalanya

Zahrotul Afkarina • Dipublikasikan Kamis, 24 Juli 2025 | 17:00 WIB
Vertigo, Kondisi medis yang menyebabkan penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau bergerak, padahal sebenarnya tidak.
Vertigo, Kondisi medis yang menyebabkan penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau bergerak, padahal sebenarnya tidak.

TULUNGAGUNG - Vertigo, kondisi medis yang menyebabkan penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau bergerak, padahal sarebenarnya tidak.

Meski sering dianggap hanya menyerang orang tua, faktanya vertigo bisa menyerang siapa saja, termasuk anak muda, remaja, bahkan ibu hamil.

Lalu, apa penyebabnya? Siapa saja yang berisiko terkena? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Vertigo bukan penyakit, melainkan gejala dari gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, terutama di bagian telinga bagian dalam (vestibular) atau otak kecil (cerebellum).

Penderita vertigo biasanya merasa pusing berputar, kehilangan keseimbangan, mual, bahkan muntah.

Siapa Saja yang Bisa Terkena Vertigo?

Vertigo bisa menyerang siapa saja, tanpa mengenal usia maupun jenis kelamin. Namun, ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, yaitu:

Berikut beberapa gejala vertigo yang umum dirasakan:

Gejala ini bisa berlangsung beberapa detik, menit, bahkan berjam-jam, tergantung tingkat keparahan dan penyebabnya.

Vertigo dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya:

1. Vertigo Perifer, Disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam, seperti: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), Infeksi telinga (labirinitis atau vestibular neuritis), Penyakit Meniere.

2. Vertigo Sentral, Disebabkan oleh masalah pada otak, seperti: Stroke ringan, Tumor otak, Multiple sclerosis, Cedera kepala.

Meskipun sering dianggap ringan, vertigo bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Penting untuk mengenali gejala dan mengetahui siapa saja yang berisiko. Karena vertigo bisa menyerang siapa saja.

Langkah pencegahan seperti menjaga gaya hidup sehat, tidur cukup, dan mengelola stres sangat dianjurkan.

Jika vertigo terjadi berulang atau semakin parah, segera periksakan diri ke dokter spesialis THT atau saraf untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
Sumber : DIOLAH
Tanda-tanda pasien Gejala Vertigo semua kalangan