Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Trauma Akibat Pola Asuh Orang Tua Bisa Picu Depresi hingga Tindakan Tak Terduga, Begini Penjelasan Dr Yuliana lewat Hipnoterapi

Annabella Nakeisha Adara • Sabtu, 26 Juli 2025 | 13:00 WIB

Yuk pahami penjelasan dari Dr Yuliana. Banyak orang sukses merasa kosong dan ingin lakukan tindakan nekat. Ternyata, trauma dari orang tua jadi pemicunya.
Yuk pahami penjelasan dari Dr Yuliana. Banyak orang sukses merasa kosong dan ingin lakukan tindakan nekat. Ternyata, trauma dari orang tua jadi pemicunya.

JAKARTA – Trauma masa kecil akibat kekerasan verbal dan fisik dari orang tua ternyata bisa menjadi akar dari berbagai masalah kejiwaan di masa dewasa, termasuk depresi berat hingga keinginan akhiri hidup. 

Hal ini diungkapkan Dr Yuliana, seorang hipnoterapis, dalam podcast Suara Berkelas #16 bersama Bilal.

Dalam podcast tersebut, Dr Yuliana menjelaskan bahwa banyak pasien datang kepadanya dalam kondisi nyaris putus asa. 

Baca Juga: Jangan Remehkan Migrain, Ini Fakta Penting yang Harus Diketahui!

Bahkan, salah satu pasien yang sudah mapan secara finansial pernah mencoba akhiri hidup karena tidak tahan dengan gejolak emosional yang dipicu oleh trauma masa kecil.

“Orang ini punya istri dan anak, penghasilan bagus, tapi merasa kosong. Setelah diselidiki lewat hipnoterapi, ternyata ia trauma dengan ayahnya yang dulu sering memukul dan merendahkan,” ungkap Dr Yuliana.

Menurutnya, trauma seperti itu bisa memengaruhi cara seseorang bersikap sebagai orang tua, pasangan, bahkan dalam dunia kerja. 

Gejala seperti mudah marah, kesulitan tidur, dan kehilangan semangat hidup bisa jadi tanda bahwa seseorang menyimpan luka batin yang dalam.

Hipnoterapi, lanjut Dr Yuliana, adalah metode yang digunakan untuk menyentuh alam bawah sadar pasien guna menemukan akar trauma. 

Dalam kondisi relaksasi, pasien mampu menerima sugesti positif dan melepaskan beban emosional yang selama ini terpendam.

Dr. Yuli juga memperkenalkan metode STAMINA, yaitu langkah-langkah sederhana untuk merilis trauma:

1. Sadari trauma

2. Tuliskan dan bakar

3. Ampuni

4. Meditasi

5.Ingat momen bahagia

6. Nikmati hidup

7. Ajak diri konsultasi ke profesional

“Orang tua sering tak sadar bahwa cara mereka membesarkan anak bisa meninggalkan luka permanen. Itulah pentingnya healing dan kesadaran untuk mengubah pola asuh,” tegas Dr Yuliana.

Dalam podcast ini membuka mata publik bahwa depresi dan tekanan emosional seringkali bukan karena ekonomi atau karier, tapi karena luka batin yang belum sembuh. (*)

 

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#trauma masa kecil #hipnoterapi #pola asuh orang tua #trauma anak