TULUNGAGUNG - Hepatitis bukan sekadar infeksi biasa, tetapi bisa menjadi pemicu kanker hati yang mematikan.
Penyakit hepatitis sering diremehkan, padahal penyakit ini berisiko menyebabkan kerusakan hati kronis dan sirosis.
Jika tidak ditangani sejak awal, hepatitis bisa berkembang menjadi kanker hati yang sulit disembuhkan.
Hepatitis, baik tipe A, B, C, D, maupun E, adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus.
Dari kelima jenis tersebut, hepatitis B dan C merupakan yang paling berisiko menimbulkan kanker hati dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala hepatitis sejak dini agar penanganan bisa dilakukan sebelum kerusakan organ hati semakin parah.
Baca Juga: Makanan yang Disukai Sel Kanker, Warga Tulungagung Perlu Tahu
Gejala Hepatitis Sering Tak Disadari
Salah satu tantangan terbesar dalam menangani hepatitis adalah karena gejalanya kerap muncul samar atau bahkan tanpa keluhan sama sekali, terutama pada hepatitis B dan C.
Banyak penderita baru menyadari dirinya terinfeksi setelah penyakit sudah berlangsung lama dan merusak fungsi hati.
Beberapa gejala awal hepatitis yang perlu diwaspadai antara lain:
- Mudah lelah
- Mual atau muntah
- Nafsu makan menurun
- Demam ringan
- Nyeri perut kanan atas
- Warna urine pekat seperti teh
- Kulit dan mata menguning (jaundice)
Bila gejala tersebut dibiarkan, peradangan yang terjadi di hati akan berkembang menjadi jaringan parut (fibrosis), lalu sirosis.
Dalam kondisi ini, hati kehilangan kemampuannya meregenerasi sel. Inilah yang menjadi pemicu munculnya sel-sel ganas, hingga berkembang menjadi kanker hati.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, lebih dari 80 persen kasus kanker hati di Indonesia disebabkan oleh infeksi hepatitis kronis, khususnya hepatitis B dan C.
Kedua jenis hepatitis ini bisa menetap dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa gejala yang mencolok sehingga hepatitis sering disebut sebagai silent killer.
Saat kanker hati mulai berkembang, biasanya penderita sudah berada di stadium lanjut, yang membuat pengobatan jadi jauh lebih sulit dan mahal.
Baca Juga: Dampak, Tantangan, dan Jalan Menuju Hidup Sehat Seorang Perokok
Cegah Hepatitis dengan Vaksin dan Pola Hidup Bersih
Pencegahan hepatitis bisa dilakukan melalui berbagai cara yang efektif. Vaksin hepatitis B yang diberikan mulai dari bayi baru lahir hingga dewasa terbukti mampu melindungi tubuh dari infeksi jangka panjang.
Sedangkan untuk hepatitis A dan E, pencegahan utamanya adalah konsumsi makanan yang matang, minum air bersih, dan rajin mencuci tangan sebelum makan.
Pencegahan hepatitis C dilakukan dengan menghindari kontak darah secara langsung, seperti tidak berbagi jarum suntik, alat tindik, atau melakukan pemeriksaan darah yang steril saat transfusi.
Langkah deteksi dini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena hepatitis seperti tenaga kesehatan atau pasangan dari penderita hepatitis B atau C.
Meski gejala hepatitis terbilang ringan, dampaknya bisa sangat besar bagi tubuh, bahkan bisa berujung pada kematian akibat kanker hati.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz