Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tanaman Liar di Tulungagung dengan Segudang Manfaat, Ada 3 Jenis yang Kerap Dianggap Gulma, Padahal Bisa Dijadikan Herbal

Sefia Putri Nurhidayah • Rabu, 30 Juli 2025 | 02:00 WIB

 

Beberapa rumput liar yang dianggap gulma, justru mengandung segudang manfaat dan menyimpan potensi luar biasa sebagai tanaman herbal di Tulungagung.
Beberapa rumput liar yang dianggap gulma, justru mengandung segudang manfaat dan menyimpan potensi luar biasa sebagai tanaman herbal di Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Banyak tumbuhan liar  termasuk di Tulungagung yang dianggap sebagai gulma dan berpotensi merusak atau mengganggu pertumbuhan tanaman yang ditanam sehingga keberadaannya harus dibasmi.

Tapi, siapa sangka, beberapa rumput liar yang dianggap gulma, justru mengandung segudang manfaat dan menyimpan potensi luar biasa sebagai tanaman herbal di Tulungagung.

Keberadaannya bahkan tidak disengaja ditanam, namun tumbuh sendiri tanpa perawatan, tetapi memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan warga Tulungagung.

Di antara gulma-gulma yang tumbuh di pekarangan ataupun kebunmu, amati apakah ada tanaman herbal yang memiliki segudang manfaat tersembunyi.

Meniran

Meniran menjadi salah satu tanaman herbal yang dianggap gulma karena keberadaannya yang tumbuh dengan sendirinya dan mudah dijumpai.

Daun tanaman ini berbentuk menyirip. Setiap tangkainya memiliki daun majemuk berukuran kecil dan lonjong. Daun meniran hampir sama dengan putri malu, namun tidak akan menguncup jika disentuh.

Selain itu, tinggi tanaman ini bisa mencapai satu meter di tanah yang subur. Meniran memiliki buah atau biji yang menyerupai merica di bawah daunnya.

Tanaman ini mengandung senyawa aktif, diantaranya adalah flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, triterpenoid, dan minyak atsiri. 

Meniran dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah, membantu meredakan asam urat, meningkatkan fungsi hati, mengatasi tukak lambung, dan berbagai manfaat lainnya.

Sirih bumi atau tumpang air

Sirih bumi atau tumpang air, adalah salah satu tanaman herbal yang kerap dijumpai tumbuh liar di pekarangan rumah hingga sela-sela batu-bata.

Seperti namanya, tanaman ini akan tumbuh di media tanam yang lembab dan berair. Batang tumpang air sukulen, cerah, berdaging, demikian pula daunnya yang agak tebal tapi lunak.

Anak-anak kecil kerap kali menggunakan tanaman ini untuk permainan memasak. Namun ternyata, di balik itu, tanaman ini memiliki manfaat bagi kesehatan.

Tanaman ini memiliki sifat antiinflamasi, analgesik (pereda nyeri), dan antibiotik.

Sirih bumi digunakan untuk mengobati nyeri perut, abses, bisul, kolik, mudah lelah, gout, sakit kepala, gangguan ginjal dan nyeri rematik, menterapi kanker payudara, impotensi, campak, gangguan mental dan cacar air.

Selain itu, sirih air juga dipercaya berkhasiat di bidang kecantikan. Sirih air yang telah dilumat hingga halus dapat digunakan sebagai masker wajah untuk menghilangkan bekas jerawat dan menjadikan kulit lebih lembab.

Namun, belum ada penelitian lebih dalam tentang khasiat sirih bumi, tetapi juga tidak ada efek samping dari pengkonsumsian sirih bumi.

Meski begitu, konsumsi sirih bumi dalam jumlah yang banyak tidak disarankan.

Baca Juga: Terbukti Ampuh, Inilah 7 Tumbuhan Herbal Rahasia untuk Rambut Sehat Alami

Katumpangan

Tanaman satu ini banyak dijumpai tumbuh merambat di bebatuan ataupun permukaan tembok bata yang lembab.

Meski kerap disingkirkan karena dianggap gulma, tanaman ini justru memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Senyawa-senyawa yang ditemukan terkandung dalam katumpangan yakni lavonoid dan fenolik. Senyawa-senyawa ini memberikan potensi aktivitas antioksidan, antibakteri, dan bahkan radioprotektif. 

Selain itu, tanaman ini termasuk salah satu dari 38 tanaman liar berpotensi pangan lokal. Bagian yang dimanfaatkan adalah daun dan batangnya

Tumbuhan ini memiliki rasa sedikit masam, segar, dan tekstur yang liat. Daun dan batang katumpangan dapat dikonsumsi langsung sebagai lalapan segar atau dimasak sebagai sayur.

Salah satu cara mengolahnya adalah dengan merebus daun dan batang untuk dijadikan pendamping nasi atau lauk sambal

Banyak orang mencabut tanaman liar tanpa mengetahui manfaat apa yang terkandung dalam tanaman tersebut karena kurangnya pengetahuan tentang tanaman herbal lokal.

Di tengah-tengah masifnya penggunaan obat-obatan, tanaman herbal dapat menjadi salah satu alternatif alami bagi permasalahan kesehatan yang murah dan mudah didapat. (*)

 

 

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #tanaman herbal #tanaman liar #gulma