Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Naik Kelas Tipe A, Alur Pelayanan di RSUD dr Iskak Tulungagung Ikut Berubah, Plt Direktur Ungkap Faktanya

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:30 WIB

Perubahan status RSUD dr Iskak menjadi tipe A memberi konsekuensi alur pelayanan. (DOK RADAR TULUNGAGUNG)
Perubahan status RSUD dr Iskak menjadi tipe A memberi konsekuensi alur pelayanan. (DOK RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Perubahan kelas RSUD dr Iskak Tulungagung dari tipe B ke tipe A berdampak pada perubahan alur rujukan pengobatan.

Di sisi lain, Pemkab Tulungagung juga punya pekerjaan rumah (PR) untuk meningkatkan pelayanan fasilitas penunjang kesehatan lain.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo mengungkapkan, hal ini memang harus segera disosialisasikan ke masyarakat.

Baca Juga: RSUD dr Iskak Tulungagung Miliki Gedung Rawat Jalan Baru dan Layanan Rawat Inap KRIS, Bupati: Dimanfaatkan Optimal untuk Kepentingan Masyarakat

Sebab, adanya perubahan alur pelayanan RSUD dr Iskak disinyalir belum tersosialisasi secara penuh.

"Karena saat ini RSUD dr Iskak adalah rumah sakit tipe A. Jadi tidak bisa langsung masuk. Soalnya harus ada rumah sakit tipe B," sebutnya.

Sementara itu, Sekda Tulungagung Tri Hariadi menerangkan bahwa pemkab juga harus segera menyiaplan fasilitas penunjang di banyak puskesmas.

Baca Juga: Wujudkan Layanan Prima, RSUD dr Iskak Tulungagung Tingkatkan Kompetensi Karyawan lewat Pelatihan Service Excellent

Itu sebagai tindak lanjut atas perubahan kelas RSUD utama yang dimiliki Pemkab Tulungagung.

"Untuk yang puskesmas memang ada penambahan. Termasuk tenaga dokter, terutama dokter umum, dokter gigi, sama apoteker. Tapi kalau jumlahnya saya ndak hafal," akunya.

Meski begitu, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung ini memastikan bahwa pemkab juga segera menganggarkan sejumlah dana untuk pengadaan obat-obatan.

Baca Juga: Kronologi Plafon RSUD dr Iskak Tulungagung Ambrol, Dikhawatirkan Ada Runtuhan Susulan

"Terutama yang saat mau merayakan ulang tahun ini dilayani secara gratis," ucap Tri.

Secara teknis, RSUD tipe A secara otomatis menjadi fasilitas kesehatan (faskes) rujukan tersier atau ketiga.

Sebelum diberi pelayanan di RSUD tipe A, pasien, khususnya peserta BPJS, terlebih dahulu dirujuk ke faskes rujukan primer, lalu sekunder, dan faskes utama.

"Nah alur rujukan BPJS itu berjenjang titik mulai dari primer, sekunder, ke tersier. Nah dari primer itu mulai dari dokter praktek mandiri, puskesmas, klinik," kata Plt Direktur RSUD dr Iskak, dr Zuhrotul Aini.

"Sedangkan sekunder itu mulai dari rumah sakit tipe B, C, dan D. Sedangkan Rumah Sakit dr Iskak menjadi RSUD tipe A, artinya itu adalah tersier," sambungnya.

Baca Juga: Langganan RSUD dr Iskak Tulungagung, Ini Kisah di Balik Tahu Pak Lan Ngunut

Saat ini, di Tulungagung memang tidak tersedia RS tipe B. Aini mengatakan bahwa pasien bisa dirujuk ke RS tipe C dan D sebelum dirujuk ke RS tipe A.

Rujukan bisa langsung diberikan jika pasien menderita kondisi medis yang terbilang serius dan butuh penanganan segera. Hal ini berlaku per Juli lalu.

"Kalau memang kasus-kasus yang membutuhkan penanganan yang lebih complicated itu bisa dirujuk ke rumah sakit tipe A, yaitu tersier," sebut perempuan berjilbab ini.

Baca Juga: Cari Pasar Takjil di Timur Pusat Kota Tulungagung, di Sekitar RSUD dr Iskak Bisa Jadi Solusi

Dia menegaskan, seluruh alur rujukan tidak berlaku pada pasien emergency alias gawat darurat. Dalam hal ini, pasien bisa langsung dibawa ke RS rujukan tersier untuk mendapat perawatan medis tingkat lanjut.

Dengan aturan anyar ini, jumlah pasien poliklinik di RSUD yang berlokasi di Desa/Kecamatan Kedungwaru ini mengalami penurunan.

"Jadi kalau pengaturan rujukan seperti ini, kuantitas dari pasien poliklinik Rumah Sakit dr Iskak menurun sekitar 20 persen. Tetapi kualitas untuk kasus-kasusnya, terutama di UGD dan rawat inap itu meningkat," tegas Aini.

Baca Juga: Peringati HUT Ke-107 RSUD dr Iskak, Direksi dan Manajemen Ziarah ke Makam dr Iskak

Sebelumnya, jumlah pasien poliklinik mencapai sekitar 1.200 hingga 1.500 per hari. Aini memastikan kondisi ini tak menyebabkan perubahan pada klaim BPJS.

Justru, klaim BPJS juga ikut beralih dan meningkat menjadi klaim tipe A. Dia juga mengeklaim kondisi ini tidak mengganggu target PAD.

"Moga-moga nanti juga menjadi naik karena kualitas pelayanan kita juga naik. Jadi kualitas pelayanan, terus kompetensinya naik.

Sehingga nanti kasus-kasus yang ditangani itu lebih complicated lagi nggak usah dirujuk lagi ke Surabaya, ke Malang. tapi tetap bisa dilakukan di Rumah Sakit dr Iskak," bebernya.

Patut diingat, RSUD dr Iskak juga menjadi faskes rujukan dari sejumlah daerah di sekitar Tulungagung.

Data yang dihimpun, sekitar 35 persen pasien di RSUD dr Iskak merupakan rujukan dari kabupaten/kota sekitar. Mulai dari Blitar, Kediri, Trenggalek, Ponorogo, hingga Pacitan.

"Sebagian besar adalah melalui UGD juga ada. Jadi kasus-kasus jantung itu 40 persennya itu dari luar Tulungagung. Dan juga rujukan berjenjang di rawat jalan juga ada," tandasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #tipe A #naik kelas #rsud dr iskak