Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mandi Malam Bikin Rematik? Ini Fakta yang Harus Kamu Tahu!

Shofia Indana Zulfa • Rabu, 27 Agustus 2025 | 23:30 WIB

Ilustrasi sendi pegal dan kaku, menggambarkan gejala rematik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk nyeri saat bergerak. (liputan6.com)
Ilustrasi sendi pegal dan kaku, menggambarkan gejala rematik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk nyeri saat bergerak. (liputan6.com)

RADAR TULUNGAGUNG - Banyak orang yang percaya bahwa kebiasaan mandi malam dapat memicu timbulnya penyakit rematik.

Mitos ini sudah lama beredar di masyarakat, sehingga tak jarang ada yang menghindari mandi malam karena khawatir mengalami nyeri sendi di kemudian hari.

Namun, benarkah mandi malam bisa menyebabkan rematik? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Rematik?

Rematik adalah istilah umum untuk menggambarkan gangguan pada sendi, otot, dan tulang yang ditandai dengan nyeri, bengkak, dan kaku.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit autoimun, infeksi, atau keausan sendi akibat usia.

Salah satu jenis rematik yang paling sering terdengar adalah rheumatoid arthritis, yaitu peradangan sendi yang bersifat kronis.

Gejala rematik biasanya muncul secara bertahap, seperti rasa nyeri di sendi saat bangun tidur, kaku di pagi hari, atau kesulitan menggerakkan tangan dan kaki. Namun, waktu mandi atau suhu air mandi tidak termasuk faktor penyebabnya.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Tulang, Sendi, Otot, dan Mental dengan Yoga

Benarkah mandi malam bisa menyebabkan Rematik?

Faktanya, mandi malam tidak menyebabkan rematik. Penyakit rematik dipengaruhi oleh faktor genetik, sistem imun, dan kondisi medis tertentu, bukan oleh kebiasaan mandi di malam hari.

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa air atau waktu mandi dapat memicu timbulnya penyakit ini. 

Kenapa mitos ini masih beredar?

Mitos ini kemungkinan muncul karena banyak penderita rematik merasakan nyeri sendi saat terkena udara dingin atau berada di suhu rendah, termasuk setelah mandi malam.

Pada penderita rematik tertentu, paparan suhu dingin memang dapat memperberat keluhan, seperti rasa kaku atau nyeri pada persendian.

Namun, kondisi ini bukan penyebab utama, melainkan pemicu gejala yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga: Keluar Keringat Tanda Lemak Terbakar, Mitos atau Fakta?

Jadi, meskipun seseorang mandi malam dan merasakan nyeri, itu tidak berarti mereka “baru kena rematik” karena mandi malam.

Hal ini sering disalahartikan dan kemudian melahirkan mitos yang bertahan lama di masyarakat.

Mandi malam bukan penyebab rematik. Penyakit rematik terjadi karena faktor internal tubuh seperti gangguan sistem imun atau genetik, bukan karena aktivitas mandi malam.

Baca Juga: Benarkah Sakit Cacar hanya Sekali Seumur Hidup, Mitos atau Fakta?

Meski begitu, bagi penderita rematik, suhu dingin memang bisa memicu rasa nyeri pada sendi, sehingga mandi dengan air hangat bisa menjadi pilihan terbaik.

Dengan memahami fakta ini, kamu tidak perlu takut mandi malam. Selama dilakukan dengan cara yang tepat, mandi malam tetap aman, nyaman, dan bahkan bisa menjadi momen menyenangkan untuk melepas penat sebelum tidur. Jadi, buang rasa takutmu dan nikmati mandi malam dengan tenang! ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#mitos #mitos atau fakta mandi malam #MitosAtauFakta #MitosSehariHari