RADAR TULUNGAGUNG - Pernahkah kamu merasa detak jantung tiba-tiba ngebut, tangan gemetar, napas pendek, dan seperti mau pingsan, padahal tidak ada alasan jelas?
Banyak orang mengira itu serangan jantung, padahal bisa jadi itu adalah panic attack atau serangan panik.
Panic attack bisa terasa sangat menakutkan, tapi bukan berarti kamu tak bisa mengatasinya. Artikel ini akan membahas gejala awal, penyebab umum, serta cara menangani panic attack saat itu juga.
Apa Itu Panic Attack?
Baca Juga: Manfaat Sandal Berduri, Alat Refleksi Kesehatan yang Bantu Atasi Berbagai Penyakit
Panic attack adalah kondisi psikologis yang muncul secara tiba-tiba dan ditandai dengan rasa cemas ekstrem atau ketakutan yang intens, meski tidak ada ancaman nyata.
Biasanya berlangsung 5–20 menit, tapi dampaknya bisa terasa seharian.
Saat mengalami panic attack, tubuhmu berada dalam mode "fight or flight", yaitu reaksi alami terhadap stres. Ini menyebabkan:
Baca Juga: 5 Makanan untuk Cegah Cacingan dalam Tubuh secara Alami dan Aman
- Detak jantung sangat cepat (palpitasi)
- Sesak napas atau rasa tidak bisa bernapas
- Keringat dingin
- Tangan dan kaki gemetar
- Dada terasa nyeri atau tertekan
- Pusing, mual, bahkan perasaan mau pingsan
- Perasaan seperti akan “mati”, kehilangan kendali, atau gila
Gejala ini sangat mirip serangan jantung. Jika kamu belum pernah didiagnosis panic attack sebelumnya, sebaiknya tetap konsultasikan ke dokter.
Penyebab panic attack bisa beragam dan tidak selalu disadari. Contohnya sepertI stres berkepanjangan, kurang tidur, kafein atau stimulan berlebihan, dan lain-lain.
Baca Juga: Tak Sekadar Obati Anemia, Manfaat Mengonsumsi Obat Tambah Darah untuk Kesehatan Tubuh
Apa yang Harus Dilakukan Saat Panic Attack Terjadi?
1. Tarik Napas Dalam dan Perlahan.
Bernapas secara perlahan menenangkan sistem saraf dan menurunkan detak jantung. Teknik 4-4-4: Tarik napas 4 detik, Tahan 4 detik dan Buang napas 4 detik.
Baca Juga: Mie Instan Memang Praktis dan Enak, Jika Kebanyakan Berdampak Buruk Bagi Tubuh, Benarkah Demikian?
2. Sadari Lingkunganmu (Grounding Technique).
Alihkan pikiran dari tubuh ke lingkungan sekitar.
3. Katakan pada Diri Sendiri: “Aku Aman”.
Ulangi kalimat afirmasi positif: “Ini hanya panic attack. Ini akan berlalu. Aku tetap aman.”
4. Minum Air dan Duduk Tenang. Air membantu menenangkan tubuh, dan duduk sambil mengatur napas membuatmu lebih stabil.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Tangan Kotor sebelum Makan! Ini Dampak Seriusnya
Nah, artinya jika detak jantung yang tiba-tiba cepat bisa jadi alarm tubuhmu terhadap stres atau gangguan kecemasan.
Panic attack memang menakutkan, tapi bisa diatasi dan dikendalikan dengan pengetahuan dan latihan yang tepat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana