RADAR TULUNGAGUNG - Pernah nggak sih, kamu lupa sesuatu padahal baru saja memikirkannya?
Misalnya lupa kunci, lupa nama orang, atau lupa jadwal penting. Kalau iya, bisa jadi stres adalah penyebabnya.
Menurut penelitian, stres memengaruhi cara kerja otak, terutama bagian yang mengatur memori jangka pendek dan panjang.
1. Hubungan Antara Stres dan Daya Ingat
Ketika kita stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol. Jika kadarnya berlebihan, kortisol dapat mengganggu kinerja hippocampus, bagian otak yang bertugas menyimpan dan mengolah memori.
Akibatnya, kita menjadi lebih pelupa saat berada dalam kondisi tertekan.
2. Efek Stres pada Otak
- Menurunkan fokus sehingga otak lebih sulit memproses informasi baru.
- Menghambat konsolidasi memori dan membuat ingatan baru jadi sulit disimpan.
- Memicu overthinking yang dipicu ikiran penuh beban sehingga mudah lupa detail penting.
- Mempercepat kelelahan mental yang berimbas pada otak jadi bekerja kurang optimal.
Baca Juga: Kalau ke Tulungagung, Jangan Kaget dengan Cara Orang Lokal Ngasih Petunjuk Arah, Ini Contohnya
3. Stres Kronis Bisa Memperparah Masalah Ingatan
Jika stres terjadi terus-menerus, dampaknya bisa lebih serius. Penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat memicu penurunan volume hippocampus, meningkatkan risiko gangguan memori jangka panjang, hingga mengganggu pola tidur, yang membuat ingatan semakin sulit terbentuk
4. Cara Mengurangi Lupa Akibat Stres
Agar daya ingat tetap tajam, kamu bisa mencoba tips berikut:
- Kelola stres dengan relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
Baca Juga: Apa Jadinya Kalau Semua Es di Kutub Mencair? Masa Depan Bumi Bakal Begini Nantinya
- Tidur cukup minimal 7-8 jam per malam
- Rutin olahraga ringan untuk meningkatkan aliran darah ke otak
- Hindari multitasking berlebihan supaya otak fokus pada satu hal
- Konsumsi makanan bergizi seperti ikan, alpukat, dan kacang-kacangan
Stres memang wajar terjadi, tapi jika berlebihan bisa memengaruhi daya ingat dan fungsi otak. Dengan mengelola stres dan menjaga pola hidup sehat, kita bisa menjaga memori tetap tajam dan mencegah lupa yang berlebihan. ****
Jadi, kalau akhir-akhir ini kamu sering lupa, mungkin bukan karena pikun, tapi karena terlalu banyak pikiran.
Editor : Dharaka R. Perdana