Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dinas Kesehatan Tulungagung Temukan 3 Kasus Positif Campak dan Rubella, Ini Cara Penularannya

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 10 September 2025 | 22:34 WIB

Sepanjang tahun 2025 telah ditemukan 39 kasus suspek MR dengan 3 diatntaranya terkobfirmasi positif. Masing-masing satu kasus campak dan dua kasus rubela.
Sepanjang tahun 2025 telah ditemukan 39 kasus suspek MR dengan 3 diatntaranya terkobfirmasi positif. Masing-masing satu kasus campak dan dua kasus rubela.

RADAR TULUNGAGUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung kembali meningkatkan kewaspaadan terkait penyakit campak (Measles) dan rubela (MR).

Sepanjang 2025 telah ditemukan 39 kasus suspek MR dengan 3 di antaranya terkonfirmasi positif. Masing-masing satu kasus campak dan dua kasus rubela.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani menjalaskan, meski ada temuan kasus positif, wilayah Tulungagung belum ditetapkan bersatu kejadian luar biasa (KLB).

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Lepas Kontingen Jumbara ke-X, Ini Pesan Bupati Gatut Sunu

"Untuk KLB ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adanya hubungan epidemiologis antarkasus. Sementara tiga kasus positif di Tulungagung ini lokasinya berjauhan dan tidak saling berhubungan", terangnya.

Menurut Desi, kasus campak dan rubela memang ditemukan setiap tahun meskipun jumlahnya relatif kecil.

Dia melanjutkan, paling penting seluruh kasus yang teridentifikasi tahun ini bisa tertangani dengan baik dan tidak ada kasus kematian.

Namun, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Adanya temuan ini menjadi peringatan untuk kembali memperhatikan pentingnya imunisasi MR, terutama bagi anak anak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Tulungagung dalam Seminggu ke Depan, Hindari Waktu Tertentu untuk Kenyamanan Perjalanan Anda

"Kami mengimbau orang tua yang memiliki anak usia 9 bulan sampai 7 tahun untuk mengecek kembali riwayat imunisasi mereka. Jangan sampai ada yang terlewat," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Tulungagung menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) serta program Imunisasi kejar bagi anak balita yang belum lengkap vaksinasinya. Bidan dan perawat desa diminta proaktif melakukan pengecekan ulang di wilayah masing-masing. 

"Kalau ada yang belum pernah men dapat vaksin MR. maka harus segera diberikan tanpa melihat jarak wak yang terlewat", imbuhnya

Selain vaksinasi masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menjaga daya tahan tubuh.

Campak dan rubela menular melalui droplet udara sehingga lingkungan yang lembab dan kotor dapat memperbesar risiko penularan.

Baca Juga: 77 Tenaga PPPK Tahap II di Lingkup Pemkab Tulungagung Terima SK Pengangkatan

Desi menegaskan, cakupan imunisasi di Tulungagung sebenarnya sudah cukup yakni di atas 98 persen.

Namun, masih ada sebagian kecil anak yang lolos dari pencatatan atau tidak mendapatkan imunisasi, misalnya karena perpindahan domisili. "Ini yang harus kita pastikan bersama agar tidak ada yang terlewat," tandasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#campak dan rubela #tulungagung #masyarakat #kasus positif