Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Keroskan Mirip Tradisi Gua Sha Tiongkok, Benarkah Bisa Meredakan Masuk Angin? Ini Dampaknya

Siti Fadhilah Salsabila • Minggu, 14 September 2025 | 03:55 WIB

Kerokan bukan sekadar tradisi, tapi juga cara alami yang dipercaya banyak orang untuk meredakan masuk angin dan pegal-pegal. Tapi, benarkah efektif secara medis?
Kerokan bukan sekadar tradisi, tapi juga cara alami yang dipercaya banyak orang untuk meredakan masuk angin dan pegal-pegal. Tapi, benarkah efektif secara medis?

RADAR TULUNGAGUNG - Di Indonesia, ketika seseorang merasa meriang, pegal, atau masuk angin, salah satu cara paling cepat yang sering dipilih adalah kerokan.

Kerokan sudah menjadi tradisi turun-temurun yang dipercaya mampu mengeluarkan “angin” dari dalam tubuh.

Biasanya dilakukan dengan menggunakan minyak kayu putih atau balsem, kemudian digosok dengan koin di permukaan kulit hingga muncul garis merah.

Meski populer, benarkah kerokan memang menyehatkan, atau justru berisiko bagi tubuh?

Baca Juga: Kerokan Sore Hari di Teras Tulungagung, Tradisi Pengusir Masuk Angin yang Tak Pernah Mati

Apa Itu Kerokan?

Kerokan adalah metode pengobatan tradisional dengan cara menggosokkan benda tumpul (biasanya koin) pada kulit yang sudah diberi minyak.

Tujuannya adalah melancarkan aliran darah, mengurangi ketegangan otot, dan dipercaya bisa “mengeluarkan angin”.

Manfaat Kerokan untuk Tubuh

  1. Meningkatkan sirkulasi darah – gesekan pada kulit membantu melancarkan aliran darah.

  2. Meredakan pegal-pegal – otot yang tegang bisa lebih rileks setelah kerokan.

  3. Efek hangat dan nyaman – minyak kayu putih atau balsem memberikan rasa hangat yang menenangkan.

  4. Membantu meredakan gejala masuk angin – seperti pusing ringan, meriang, dan badan terasa tidak enak.

  5. Sugesti psikologis positif – banyak orang merasa lebih segar dan ringan setelah kerokan.

Baca Juga: Dada Tiba-Tiba Nyeri: Pelajari Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Risiko Kerokan yang Perlu Diketahui

Penjelasan Medis di Balik Kerokan

Dalam dunia medis, kerokan dianggap mirip dengan terapi gua sha dari Tiongkok. Garis merah yang muncul bukan karena angin keluar, melainkan pecahnya pembuluh darah kapiler kecil di bawah kulit.

Meski begitu, tubuh merespons dengan melancarkan sirkulasi darah, sehingga orang merasa lebih rileks dan ringan.

Baca Juga: Daun Sirsak Punya 7 Manfaat Ajaib! Fakta Menarik Ini Jarang Diketahui Banyak Orang

Kerokan adalah tradisi yang sudah melekat kuat di masyarakat Indonesia. Meski belum terbukti secara medis mampu menyembuhkan penyakit, kerokan bisa memberikan efek nyaman dan rileks pada tubuh.

Namun, penting untuk tetap bijak, jangan terlalu sering melakukannya, dan kenali kondisi tubuh sebelum memilih metode ini. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pengobatan tradisional #kerokan #MasukAngin #gua sha #tiongkok