Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenali Bahaya Sifat Narsistik: Menguras Emosi, Merusak Hubungan, dan Cara Bijak Menghadapinya

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Senin, 22 September 2025 | 01:00 WIB

ilustrasi narsistik
ilustrasi narsistik

RADAR TULUNGAGUNG - Apakah Anda pernah merasa lelah emosional setelah berinteraksi dengan seseorang yang selalu ingin menjadi pusat perhatian dan terlalu mementingkan dirinya sendiri?

Atau, mungkin Anda mengenal teman atau saudara yang hobi berswafoto setiap saat dan rutin mengunggahnya ke media sosial? Ini bisa jadi tanda Anda berhadapan dengan individu narsistik.

Sifat narsistik, yang kini ramai dibicarakan di media sosial, bukan sekadar suka memuji diri sendiri secara berlebihan, namun berpotensi menguras emosi dan merusak hubungan.

Untuk melindungi diri dan menjaga kesehatan mental, penting bagi kita di Tulungagung dan sekitarnya untuk memahami apa itu narsistik dan bagaimana menghadapi dampaknya.

Lebih dari sekadar sering berswafoto atau bangga pada diri sendiri, perilaku narsistik mencakup suka menyanjung diri secara berlebihan, memotong cerita orang lain untuk membahas diri sendiri, menjatuhkan orang lain agar terlihat lebih unggul, atau memanipulasi demi kepentingan pribadi.

Dalam kasus ekstrem, perilaku ini dapat merujuk pada Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik, suatu kondisi mental di mana individu merasa lebih penting, superior, dan haus pujian serta perhatian.

Uniknya, di balik topeng kepercayaan diri yang mereka tampilkan, orang narsistik cenderung sangat rapuh.

Mereka menolak kritik sekecil apa pun dan mudah marah atau menyalahkan orang lain karena tidak ingin mengakui kekurangan diri.

 Berinteraksi dengan individu yang memiliki kecenderungan narsistik atau bahkan mengidap NPD dapat memiliki dampak negatif signifikan bagi kehidupan Anda.

Hubungan semacam ini berpotensi menurunkan kepercayaan diri, membuat Anda merasa tidak penting, bahkan menimbulkan stres yang berkepanjangan.

Sebagai contoh, teman dengan sifat narsis mungkin selalu membuat cerita Anda tampak kurang menarik dibandingkan cerita mereka sendiri.

Dalam lingkungan keluarga atau hubungan personal, mereka cenderung tidak pernah mau disalahkan dan justru kerap menyalahkan orang lain.

Oleh karena itu, mengenali tanda-tandanya dan mengetahui cara menghadapi mereka menjadi krusial untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup Anda.

Membedakan Sifat Narsistik Biasa dan Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD)

Penting untuk membedakan antara sifat narsistik biasa dan Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD).

Sifat narsistik, seperti memamerkan pencapaian atau merasa bangga dengan diri sendiri, adalah hal normal yang dialami banyak orang dan berasal dari kepercayaan diri yang sehat.

Namun, NPD adalah gangguan mental yang kompleks, terdaftar dalam buku panduan psikiatri Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang diterbitkan oleh Asosiasi Psikiatri Amerika Serikat.

Kondisi ini tidak bisa didiagnosis sendiri, melainkan harus oleh ahli profesional seperti psikiater atau psikolog melalui sesi wawancara.

Psikolog Catriona Davis-McCabe menjelaskan bahwa penggunaan istilah "narsistik" secara berlebihan di media sosial sering kali mengecilkan dan tidak memvalidasi pengalaman korban yang disakiti oleh kekerasan narsistik.

Pengidap NPD menunjukkan rasa superioritas ekstrem, melebih-lebihkan pencapaian dan talenta, haus pujian, serta pikirannya dipenuhi fantasi kesuksesan atau kuasa.

Baca Juga: Inilah Risiko Kesehatan Akibat Makanan Berminyak, dari Penyakit Jantung hingga Masalah Pencernaan

Mereka juga cenderung memandang rendah orang lain yang dianggap tidak seistimewa dirinya dan memanfaatkan kesempatan serta orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Sensitivitas terhadap kritik, penolakan, serta ketakutan akan kegagalan dan kecemasan jika kelemahan mereka terlihat, membuat pengidap NPD rentan mengalami depresi jika merasa tidak sesuai dengan standar yang mereka tetapkan untuk diri sendiri.

Strategi Bijak Menghadapi Orang Narsistik

Menghadapi seseorang dengan sifat narsistik atau NPD memang bisa menjadi tantangan yang besar, tetapi ada beberapa langkah bijak yang dapat membantu Anda menjaga diri dan kesehatan mental.

  1. Kenali dan Terima Realitas 

    Pertama, penting untuk mengenali dan menerima realita bahwa berinteraksi dengan orang narsistik bisa berdampak negatif pada kesehatan mental Anda.

    Kondisi ini bisa sangat menguras energi dan emosi, sehingga kesadaran akan potensi dampak buruk ini adalah langkah awal yang krusial.

  2. Atur Sikap dan Tetapkan Batasan (Boundaries) 

    Kunci utama adalah menetapkan batasan yang jelas dan tegas. Tegaskan apa yang Anda sukai dan tidak sukai, serta jangan ragu untuk meminta hak Anda agar dihargai.

    Jangan takut untuk mengatakan "tidak" atau menarik diri jika seseorang melanggar batas yang Anda tetapkan.

    Penting untuk menghindari diskusi yang memicu konflik dan tidak membiarkan mereka mengontrol waktu atau emosi Anda.

    Bersikap tegas bukan berarti kasar; gunakan bahasa yang jelas namun sopan untuk menyampaikan kebutuhan Anda.

  3. Tetap Tenang dan Hindari Reaksi Emosional 

    Orang dengan NPD sering memicu respons emosional, baik melalui kritik, sikap superior, atau manipulasi.

    Jangan terpancing untuk bereaksi secara berlebihan, karena ini justru memberikan mereka "kendali" atas Anda. Mengendalikan emosi membantu Anda tetap rasional dan fokus pada perlindungan diri.

  4. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental 

    Menghadapi individu narsistik bisa sangat menguras tenaga. Prioritaskan kesehatan fisik dan mental Anda dengan tidur cukup, makan dengan pola sehat, dan luangkan waktu untuk aktivitas yang membuat Anda bahagia.

    Jika diperlukan, pertimbangkan untuk berbicara dengan terapis atau konselor profesional untuk mendapatkan dukungan dan strategi koping yang lebih personal.

  5. Cari Dukungan dari Orang Terdekat 

    Berbagi pengalaman dengan orang-orang yang Anda percaya dapat membantu meringankan beban emosional.

    Dukungan sosial dari keluarga, teman, atau komunitas adalah cara efektif untuk mendapatkan perspektif baru, merasa tidak sendirian, dan membangun kembali rasa percaya diri yang mungkin terkikis.

  6. Pertimbangkan untuk Melepaskan Diri dari Relasi Toksik 

    Tidak semua hubungan dapat diperbaiki atau dipertahankan. Jika hubungan dengan seseorang yang memiliki NPD menjadi toksik dan secara konsisten merusak kesehatan fisik dan mental Anda

    melepaskan diri dari hubungan tersebut mungkin adalah langkah terbaik, meskipun ini bukan keputusan mudah. Terkadang, menjauh adalah satu-satunya cara untuk melindungi diri Anda sepenuhnya.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Tulungagung Temukan 3 Kasus Positif Campak dan Rubella, Ini Cara Penularannya

Meningkatkan kesadaran tentang NPD dan kekerasan yang bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar pengidap NPD adalah hal positif.

Dengan memahami sifat narsistik dan gangguan kepribadian narsistik, kita bisa lebih bijak dalam berinteraksi dan melindungi diri dari dampak negatifnya.

Editor : Dharaka R. Perdana
#narsistik #gangguan mental #kesehatan mental #NPD