RADAR TULUNGAGUNG - Panu atau pityriasis versicolor adalah penyakit kulit yang sering muncul berupa bercak putih, cokelat, atau kemerahan.
Kondisi ini biasanya disertai rasa gatal, terutama saat berkeringat. Meski tidak berbahaya, panu bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.
Untuk mencegah dan mengatasinya, penting memahami apa saja penyebab panu dan bagaimana cara menanganinya.
Baca Juga: Jangan Tidur Dengan Rambut Masih Di Kuncir! Ini Alasan nya
Penyebab Panu
1. Pertumbuhan jamur Malassezia
Jamur ini secara alami ada di kulit manusia, tetapi bisa tumbuh berlebihan bila kondisi kulit mendukung.
2. Keringat berlebih
Kulit yang lembap akibat sering berkeringat membuat jamur mudah berkembang.
3. Daya tahan tubuh menurun
Ketika sistem imun melemah, kulit jadi rentan mengalami infeksi jamur termasuk panu.
4. Kulit berminyak
Produksi minyak berlebih bisa menjadi media jamur tumbuh lebih cepat.
5. Faktor iklim tropis
Panu lebih sering muncul di wilayah panas dan lembap, seperti Indonesia.
6. Perubahan hormon
Masa remaja, stres, atau perubahan hormon lain dapat memicu pertumbuhan jamur lebih aktif.
Baca Juga: Mikroplastik Kini Ditemukan dalam Sayuran, Ancaman Nyata bagi Keamanan Pangan di Dunia?
Gejala Panu
-
Muncul bercak putih, cokelat, atau kemerahan di kulit.
-
Tekstur kulit terasa sedikit kasar atau bersisik.
-
Rasa gatal muncul terutama ketika berkeringat.
-
Bercak biasanya muncul di wajah, leher, punggung, atau dada.
Cara Mengatasi Panu
1. Gunakan obat antijamur
Salep atau krim antijamur (misalnya yang mengandung ketoconazole atau clotrimazole) bisa membantu mengurangi panu.
2. Jaga kebersihan kulit
Rutin mandi, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat banyak.
3. Gunakan pakaian longgar dan menyerap keringat
Baju berbahan katun bisa membantu kulit tetap kering.
Baca Juga: Keroskan Mirip Tradisi Gua Sha Tiongkok, Benarkah Bisa Meredakan Masuk Angin? Ini Dampaknya
4. Hindari kelembapan berlebihan
Segera keringkan tubuh setelah mandi atau berkeringat.
5. Konsultasi ke dokter kulit
Jika panu tidak hilang dengan perawatan sederhana, dokter bisa memberikan obat minum antijamur. ****