RADAR TULUNGAGUNG - Pernahkah kamu melihat sinden atau penyanyi tradisional Jawa makan kencur langsung sebelum naik panggung? Kebiasaan ini bukan tanpa alasan.
Bagi para sinden, kencur bukan sekadar rempah dapur, tetapi “ramuan ajaib” yang dipercaya mampu menjaga kualitas suara dan stamina saat tampil semalaman di panggung wayang atau acara adat.
Kencur (Kaempferia galanga) dikenal sebagai tanaman herbal yang punya banyak manfaat untuk kesehatan, terutama bagi mereka yang mengandalkan suara sebagai alat utama.
Minyak atsiri dalam kencur memiliki sifat antiinflamasi dan menghangatkan, membantu meredakan tenggorokan kering serta menjaga pita suara tetap lentur.
Selain itu, rasa hangat dari kencur juga membantu memperlancar sirkulasi darah dan menjaga daya tahan tubuh.
Bagi sinden yang sering tampil hingga larut malam, efek ini sangat penting untuk mencegah masuk angin dan menjaga tubuh tetap segar.
Baca Juga: Daun Sirsak Punya 7 Manfaat Ajaib! Fakta Menarik Ini Jarang Diketahui Banyak Orang
Dari sisi psikologis, aroma khas kencur dipercaya mampu menenangkan saraf dan mengurangi rasa gugup sebelum tampil.
Tak heran jika ritual makan kencur menjadi kebiasaan turun-temurun yang dipercaya mampu “nglaras” — atau menyelaraskan energi antara tubuh, suara, dan gamelan yang mengiringi.
Bahkan di era modern, beberapa penyanyi tradisional masih mempertahankan tradisi ini karena merasakan manfaat nyata dalam menjaga suara agar tetap kuat dan stabil di atas panggung.
Baca Juga: Dari Pencernaan Sampai Imunitas, 5 Manfaat Lidah Buaya untuk Tubuh yang Jarang Dibahas
Kebiasaan sinden makan kencur sebelum manggung bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga bentuk kearifan lokal yang memadukan pengetahuan herbal dan spiritualitas.
Dari segi medis maupun budaya, kencur terbukti punya peran penting dalam menjaga kualitas suara. Jadi, di balik suara emas para sinden, ada rahasia alami yang sederhana namun penuh makna: sepotong kencur. ****
Editor : Dharaka R. Perdana