Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

RSUD dr Iskak Siap Mendukung Percepatan Eliminasi TBC 2030 di Tulungagung, Mereka akan Menggandeng Pemkab dan PPTI

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:05 WIB

 

RSUD dr Iskak bertekad untuk mempercepat eliminasi kasus TBC di Tulungagung.
RSUD dr Iskak bertekad untuk mempercepat eliminasi kasus TBC di Tulungagung.

RADAR TULUNGAGUNG — Pemkab Tulungagung berkolaborasi bersama PPTI Kabupaten Tulungagung dan RSUD dr Iskak Tulungagung, menegaskan komitmennya untuk mempercepat eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) menuju tahun 2030. 

Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat menghadiri kegiatan Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan dan Penanggulangan TBC di Pendapa Kongas Arum Kusumaningbangsa, Senin (20/10).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga melantik pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Kabupaten Tulungagung, yang diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pemberantasan TBC di daerah.

Baca Juga: Mantan Wadir RSUD dr Iskak Tulungagung Tetap Bantah Selewengkan Dana SKTM Rp4,3 Miliar, Ada Pihak Lain yang Kecipratan?

“Eliminasi TBC bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tapi tanggung jawab bersama. Saya menginstruksikan seluruh pihak, baik pemerintah, organisasi masyarakat, dan fasilitas layanan kesehatan, untuk bersinergi dalam mempercepat eliminasi TBC 2030,” tegas Bupati Gatut Sunu Wibowo.

Bupati menyebutkan, berdasarkan Sistem Informasi Tuberkulosis tahun 2025, cakupan penemuan terduga TBC di Tulungagung baru mencapai 75,52 persen (10.509 orang).

Sementara itu, penemuan kasus TBC baru 43,63 persen (1.249 kasus), dengan tingkat keberhasilan pengobatan 84,60 persen, masih di bawah target nasional sebesar 90 persen.

Baca Juga: Negara Rugi Rp 4,3 Miliar, Ini Modus Penyelewengan SKTM Mantan Wadir RSUD dr Iskak Tulungagung

“Masih ada penderita TBC yang belum menjalani pengobatan, dan ini menjadi potensi sumber penularan di masyarakat. Karena itu, sinergi semua pihak mutlak diperlukan,” lanjut Bupati.

Kemudian, Ketua Badan Kehormatan PPTI Kabupaten Tulungagung, Endang Dwi Retnowati, menegaskan bahwa PPTI hadir sebagai wadah koordinasi dan gerakan masyarakat sipil yang berperan langsung dalam mendukung pemerintah menanggulangi TBC.

“PPTI Tulungagung bukan hanya simbol, tetapi wadah nyata untuk menggerakkan potensi masyarakat. Kami berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam skrining, pengobatan, edukasi, dan pengawasan kepatuhan pasien terhadap pengobatan,” ujarnya. 

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Serahkan Penanganan Kasus SKTM RSUD dr Iskak pada Aparat Penegak Hukum, Bupati Gatut Sunu: Saya Tak Tahu Apa-apa

Endang menjelaskan, PPTI telah berperan aktif sejak berdiri pada 2017 melalui berbagai program seperti penyuluhan, pelatihan kader, pengawasan minum obat, hingga bantuan sosial bagi pasien TBC kurang mampu.

“PPTI juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, agar penanganan TBC lebih komprehensif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Zuhrotul Aini, SpA, MKes, menegaskan bahwa rumah sakit daerah sebagai fasilitas rujukan utama di Tulungagung berkomitmen mendukung penuh upaya eliminasi TBC.

“RSUD dr. Iskak tidak hanya melayani pengobatan pasien TBC, tetapi juga aktif dalam deteksi dini dan pengawasan terapi. Kami memaksimalkan fasilitas dan sumber daya agar pelayanan penanganan TBC lebih cepat dan tuntas,” jelas dr. Zuhrotul Aini.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor yang dipimpin Bupati menjadi kunci penting dalam menghapus stigma terhadap penderita TBC dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini. 

Baca Juga: Tersandung Kasus Penyalahgunaan SKTM, Mantan Wakil Direktur dan PNS Aktif RSUD dr Iskak Tulungagung Dijebloskan ke Bui

Melalui kegiatan koordinasi lintas sektor ini, Pemkab Tulungagung menegaskan pentingnya peran seluruh elemen.

Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor swasta, dalam mendorong percepatan eliminasi TBC 2030. 

Baca Juga: Kejari Tulungagung Usut Dugaan Penyalahgunaan SKTM di RSUD dr Iskak, Siapa Pejabat yang Terlibat?

Dengan penguatan sistem kesehatan, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan komunitas seperti PPTI, diharapkan angka kasus TBC di Tulungagung terus menurun dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi serta pengobatan sejak dini.

“Tulungagung harus menjadi contoh kabupaten yang bisa menuntaskan TBC. Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin kita mampu menuju masyarakat sehat dan bebas TBC di tahun 2030.” pungkas Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#PPTI #tulungagung #tuberkulosis #tbc #rsud dr iskak