Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tubuh Tiba-Tiba Memar Saat Bangun Tidur? Ternyata Ini Penjelasan Medisnya

Siti Fadhilah Salsabila • Kamis, 23 Oktober 2025 | 04:38 WIB
Bangun tidur dan tubuh tiba-tiba memar padahal tidak terbentur apa pun? Kondisi ini ternyata bisa dijelaskan secara medis. Simak faktanya di sini.
Bangun tidur dan tubuh tiba-tiba memar padahal tidak terbentur apa pun? Kondisi ini ternyata bisa dijelaskan secara medis. Simak faktanya di sini.

TULUNGAGUNG - Pernah bangun tidur dan mendapati tubuh tiba-tiba memar tanpa tahu penyebabnya?

Padahal semalam tak merasa terbentur atau terjatuh sama sekali.

Fenomena ini sering membuat orang khawatir, bahkan tak jarang dikaitkan dengan hal mistis.

Namun secara medis, kondisi tubuh yang mendadak memar punya penjelasan logis dan bisa terjadi karena beberapa faktor kesehatan.

1. Pembuluh Darah Halus yang Rapuh

Memar muncul ketika pembuluh darah kecil (kapiler) pecah dan darah merembes ke bawah kulit.

Pada sebagian orang, terutama wanita atau lansia, pembuluh darah bisa menjadi lebih rapuh sehingga mudah pecah, bahkan hanya karena tekanan kecil.

Posisi tidur yang menekan tubuh terlalu lama, misalnya tertindih bantal atau lengan sendiri, dapat menimbulkan memar ringan tanpa disadari.

Baca Juga: Cahaya Biru dari Layar: Ancaman Tersembunyi bagi Kualitas Tidur, Kesehatan Mata, dan Fungsi Otak Manusia

2. Kekurangan Vitamin C dan Vitamin K

Vitamin C berfungsi menjaga elastisitas pembuluh darah, sementara vitamin K membantu proses pembekuan darah.

Kekurangan dua vitamin ini bisa membuat tubuh mudah memar meski tanpa benturan berarti.

Kondisi ini umum terjadi pada orang yang jarang makan buah atau sayur hijau seperti jeruk, pepaya, brokoli, dan bayam.

3. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat seperti aspirin, ibuprofen, pengencer darah, atau kortikosteroid bisa membuat pembuluh darah lebih sensitif.

Akibatnya, kulit lebih mudah memar walau hanya tergesek atau tertekan ringan.

Jika memar sering muncul setelah konsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk menyesuaikan dosis.

Baca Juga: Melawan Kanker Tidak Bisa Sendirian, Bentuk Dukungan Berikut Ini Sangat Dibutuhkan untuk Proses Penyembuhan

4. Posisi Tidur yang Salah

Tidur dalam posisi yang menekan salah satu bagian tubuh dalam waktu lama bisa menghambat aliran darah.

Kondisi ini dapat menyebabkan kapiler pecah dan menimbulkan memar kecil.

Biasanya memar muncul di area lengan, paha, atau sisi tubuh yang tertindih.

5. Gangguan Pembekuan Darah

Baca Juga: Pick Up Tabrak Gerobak Menyeberang Jalan di Tulungagung, Nenek Tua Asal Trenggalek Meninggal di Lokasi Kejadian

Jika memar sering muncul tanpa sebab jelas, besar, dan sulit hilang, bisa jadi ini tanda adanya gangguan pada sistem pembekuan darah.

Kondisi seperti trombosit rendah, hemofilia ringan, atau kelainan darah lain bisa menyebabkan tubuh mudah memar.

Pemeriksaan darah lengkap sangat disarankan untuk memastikan penyebabnya.

Kapan Harus Waspada?

Memar ringan yang muncul sesekali umumnya tidak berbahaya.

Namun, segera periksa ke dokter jika:

Gejala seperti ini bisa menjadi tanda tubuh sedang kekurangan komponen penting dalam darah atau adanya gangguan medis lain.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#tidur #kesehatan #fakta kesehatan #memar