TULUNGAGUNG – Minuman dingin dengan tambahan es batu memang menjadi favorit banyak orang, terutama saat cuaca terik.
Rasa es yang segar membuat tubuh terasa lebih rileks dan nyaman.
Selain itu, minuman es sering dijadikan teman bersantai, baik saat di rumah maupun di luar ruangan.
Namun, di balik kesegarannya, kebiasaan terlalu sering mengonsumsi minuman es ternyata dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh.
Meskipun terasa menyenangkan saat diminum, es yang masuk ke dalam tubuh memengaruhi suhu organ dalam dan kerja sistem pencernaan.
Kebiasaan ini jika dilakukan secara terus-menerus dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.
Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan:
1. Mengganggu Sistem Pencernaan
Minuman es dapat membuat otot pada saluran pencernaan berkontraksi.
Kondisi ini menyebabkan proses pencernaan menjadi lambat dan kurang optimal.
Orang yang terlalu sering mengonsumsi minuman dingin berisiko mengalami kembung, perut terasa penuh, bahkan mual.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, sebaiknya konsumsi air putih dengan suhu normal atau hangat, terutama setelah makan.
2. Menurunkan Daya Tahan Tubuh
Minuman es dapat memicu produksi lendir berlebih pada saluran pernapasan.
Lendir yang menumpuk dapat menghambat sistem imun tubuh sehingga tubuh lebih rentan terserang infeksi, seperti batuk, pilek, atau radang tenggorokan.
Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang lebih sensitif terhadap efek ini.
3. Meningkatkan Risiko Radang Tenggorokan
Salah satu efek yang paling sering dialami akibat terlalu banyak minum es adalah radang tenggorokan.
Gejalanya bisa berupa rasa gatal, nyeri, hingga kesulitan menelan.
Radang tenggorokan yang berulang akibat kebiasaan minum es juga dapat memengaruhi kualitas suara dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.
4. Memengaruhi Kesehatan Gigi
Kebiasaan minum es secara rutin dapat merusak lapisan enamel gigi.
Enamel yang menipis membuat gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman panas maupun dingin.
Selain itu, risiko gigi berlubang pun meningkat jika konsumsi minuman dingin disertai gula atau pemanis buatan.
5. Mengganggu Penyerapan Nutrisi
Cairan dingin yang masuk ke tubuh dapat memperlambat proses pemecahan lemak dan nutrisi dari makanan.
Hal ini berarti tubuh tidak dapat menyerap gizi secara optimal.
Jika kebiasaan minum es berlangsung terus-menerus, maka asupan nutrisi penting bagi tubuh menjadi berkurang dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
6. Meningkatkan Risiko Masalah Metabolik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suhu dingin pada minuman dapat memengaruhi metabolisme tubuh.
Tubuh bekerja ekstra untuk menyesuaikan suhu internal sehingga energi yang seharusnya digunakan untuk fungsi vital dapat teralihkan.
Akibatnya, metabolisme menjadi kurang efisien dan berpotensi memengaruhi berat badan maupun kondisi kesehatan lain.
Minum es sesekali untuk menikmati kesegaran tentu tidak menimbulkan masalah serius.
Namun, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Sebaiknya, konsumsi air putih dengan suhu normal atau hangat agar tubuh tetap sehat dan fungsi organ dalam bekerja optimal.
Membiasakan minum air hangat atau suhu ruangan secara rutin dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, pencernaan, dan kesehatan gigi.***
Editor : Vidya Sajar Fitri