TULUNGAGUNG – Zat besi merupakan mineral penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh.
Fungsi utamanya adalah membantu produksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengikat oksigen dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh.
Jika asupan zat besi tidak tercukupi, tubuh akan mengalami kekurangan sel darah merah sehat sehingga menimbulkan kondisi yang disebut anemia defisiensi besi.
Kondisi ini sangat umum terjadi, terutama pada wanita usia subur, ibu hamil, anak, hingga orang lanjut usia.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari tubuhnya kekurangan zat besi karena gejalanya sering dianggap biasa.
Berikut 10 tanda yang perlu diwaspadai :
1. Mudah Lelah dan Lemas
Rasa lelah yang tidak wajar meskipun tidak melakukan aktivitas berat bisa jadi tanda anemia.
Hal ini terjadi karena jaringan tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga energi cepat terkuras.
Akibatnya, penderita lebih mudah merasa lesu, lemah, bahkan kehilangan motivasi untuk beraktivitas.
2. Wajah Pucat
Pucat adalah gejala klasik dari kekurangan zat besi. Kulit, terutama di wajah, kelopak mata bagian dalam, hingga gusi terlihat lebih pucat dibanding biasanya.
Hal ini terjadi karena menurunnya kadar hemoglobin dalam darah, yang membuat aliran darah ke jaringan tubuh berkurang.
3. Sesak Napas
Jika Anda mudah kehabisan napas saat melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan cepat atau naik tangga, bisa jadi tubuh sedang kekurangan zat besi.
Kekurangan oksigen dalam darah membuat paru-paru bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan organ tubuh.
4. Sering Pusing atau Kepala Ringan
Otak yang tidak mendapat pasokan oksigen optimal akan menimbulkan rasa pusing, kepala berkunang-kunang, bahkan gangguan konsentrasi.
Pada beberapa kasus, penderita bisa merasa hampir pingsan ketika berdiri terlalu lama.
5. Jantung Berdebar
Kekurangan zat besi membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah dan mencukupi kebutuhan oksigen.
Akibatnya, penderita bisa merasakan palpitasi atau detak jantung terasa tidak teratur, terlalu cepat, bahkan disertai rasa tidak nyaman di dada.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.
6. Kuku Rapuh dan Mudah Patah
Perubahan pada kuku juga menjadi tanda kekurangan zat besi.
Kuku bisa menjadi tipis, rapuh, atau bahkan berbentuk melengkung ke dalam seperti sendok (koilonychia).
Gejala ini biasanya muncul setelah kekurangan zat besi terjadi cukup lama.
7. Rambut Rontok
Rambut yang mudah patah atau rontok dalam jumlah banyak juga bisa berkaitan dengan rendahnya zat besi.
Pasalnya, folikel rambut tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga pertumbuhan rambut terganggu.
8. Kulit dan Bibir Kering atau Pecah-pecah
Zat besi berperan dalam menjaga kelembapan jaringan kulit dan membran tubuh.
Kekurangannya dapat membuat kulit lebih mudah kering, bibir pecah-pecah, hingga luka di sudut mulut yang sulit sembuh.
9. Lidah Bengkak, Nyeri, atau Berubah Warna
Gejala lain yang sering muncul adalah perubahan pada lidah.
Lidah bisa terlihat lebih pucat, terasa sakit, atau bahkan bengkak.
Kadang, penderita juga merasakan sensasi terbakar di mulut atau lebih sering sariawan.
10. Nafsu Makan Menurun
Pada beberapa orang, terutama anak-anak, anemia defisiensi besi dapat menyebabkan penurunan nafsu makan.
Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pada orang dewasa, kurangnya asupan makanan sehat justru bisa memperburuk kondisi anemia karena tubuh tidak mendapat nutrisi tambahan untuk memperbaiki kekurangan zat besi.
Kekurangan zat besi bukanlah masalah kecil, karena bisa berdampak luas pada kesehatan tubuh.
Tandanya sering terlihat sederhana, namun apabila terus diabaikan dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Untuk mencegahnya, sangat penting mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.
Selain itu, penyerapan zat besi akan lebih baik jika disertai dengan vitamin C.***
Editor : Vidya Sajar Fitri