RADAR TULUNGAGUNG – Banyak masyarakat pemegang kartu KIS BPJS Kesehatan belum mengetahui bahwa kartu tersebut ternyata bisa terhubung dengan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Informasi ini terungkap dalam video YouTube yang diunggah kanal Sobat KPM, yang menjelaskan bahwa di dalam data kartu KIS terdapat potensi bansos hingga Rp3 juta bagi peserta yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos).
Baca Juga: Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan yang Sudah Tidak Aktif Melalui HP, Gampang Banget dan Tanpa ke Kantor
Kartu KIS BPJS Kesehatan Terhubung ke Data Kemensos
Dalam video tersebut, narasumber menjelaskan bahwa kartu KIS atau Kartu Indonesia Sehat kini sudah terintegrasi dengan sistem Kemensos.
Artinya, data pemegang kartu KIS yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) otomatis tercatat di DTKS Kemensos.
“Banyak yang belum tahu, padahal di dalam kartu KIS itu ada bansosnya. Kalau tidak dicek, bisa hangus karena tidak diambil,” ujarnya.
Ia mencontohkan dengan data seorang warga asal Ponorogo, Jawa Timur, yang ternyata tercatat sebagai penerima bansos BPNT dan PKH, meski yang bersangkutan tidak pernah mendaftarkan diri secara mandiri.
Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena program KIS PBIJK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) memang dibiayai pemerintah untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan jaminan kesehatan dan juga berpeluang mendapat bantuan sosial lainnya.
Bukti Nyata dari Pengecekan Situs Kemensos
Untuk membuktikan klaim tersebut, narasumber menampilkan langsung cara memeriksa bansos melalui situs resmi Kemensos di laman cekbansos.kemensos.go.id.
Ia menyebarkan langkah-langkah pengecekan dengan mengisi data provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, serta nama penerima sesuai KTP.
Hasilnya cukup mengejutkan. Dari data yang ditampilkan, warga yang dicek tersebut ternyata pernah terdaftar sebagai penerima bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan PKH (Program Keluarga Harapan).
Apalagi bantuan dengan nilai total sekitar Rp3 juta per tahun itu tidak pernah diambil oleh penerimanya karena tidak tahu bahwa ia terdaftar sebagai penerima.
"Penerima ini tidak pernah tahu kalau dapat bansos. Karena tidak dicek dan tidak digunakan, bantuannya akhirnya hangus dan datanya diaktifkan oleh pemerintah," kata narasumber tersebut.
Risiko Kartu KIS Tidak Digunakan
Selain soal bansos, video tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan kartu KIS BPJS Kesehatan secara aktif, meski sedang tidak sakit.
Penggunaan rutin seperti check up atau berobat ringan bisa menjaga status kartu agar tetap aktif.
“Kalau kartu KIS tidak digunakan selama enam bulan berturut-turut, statusnya bisa dinonaktifkan atau diblokir oleh pemerintah,” jelasnya.
Kondisi inilah yang menyebabkan banyak peserta tidak bisa lagi mengakses layanan kesehatan gratis karena status kepesertaan mereka berubah menjadi tidak aktif.
Baca Juga: Masih Banyak Warga Nunggak Iuran BPJS, Ini Data Terbaru dari BPJS Kesehatan
Langkah Mudah untuk Cek Bansos dari Kartu KIS
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah dirinya termasuk penerima bantuan dari program yang terhubung dengan Kartu KIS BPJS Kesehatan, berikut langkah-langkah yang dijelaskan dalam video:
1. Buka browser di ponsel atau komputer, lalu ketik alamat: cekbansos.kemensos.go.id
2. Isi kolom data wilayah, mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.
3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
4. Ketik kode captcha yang muncul di layar.
5. Klik tombol “Cari Data” dan tunggu hasilnya.
Jika terdaftar sebagai penerima manfaat, maka akan muncul informasi jenis bantuan seperti PKH, BPNT, atau BLT BBM, lengkap dengan periode dan status pencairan bantuan.
Baca Juga: Angin Segar untuk Ribuan Warga: Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Bakal Dihapus Ini Syarat Lengkapnya!
Bansos Bisa Hangus Jika Tidak Diambil
Video tersebut juga menyoroti pentingnya segera mencairkan bansos yang sudah terdaftar.
Banyak penerima yang tidak mengetahui bahwa bantuan sudah tersedia, sehingga dana bantuan akhirnya mengendap atau hangus karena melewati masa validasi data.
Contoh yang diperlihatkan menunjukkan bahwa penerima data dari Ponorogo sudah tidak aktif karena bantuan PKH dan BPNT sebelumnya tidak pernah diambil sejak tahun 2021 hingga 2022.
“Sayang sekali, bantuannya lumayan besar. Kalau dicek sejak awal, bisa diambil dan digunakan untuk kebutuhan keluarga,” tambahnya.
Baca Juga: Kemenkes dan BPJS Pastikan Pemutihan Tidak Menghapus Status Peserta Aktif
Waspadai Informasi Palsu
Meskipun video ini memberikan edukasi penting, masyarakat juga diingatkan untuk selalu mengakses situs resmi pemerintah agar tidak tertipu oleh tautan palsu atau oknum yang mengatasnamakan Kemensos.
“Pastikan alamat websitenya benar, yaitu cekbansos.kemensos.go.id. Jangan asal klik link dari media sosial,” tegas narasumber.
Program bansos yang terhubung dengan Kartu KIS BPJS Kesehatan merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat rendah. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk aktif memeriksa status bansosnya agar tidak kehilangan hak bantuan yang seharusnya diterima.
Editor : Anggi Septian A.P.